
Pantau - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan diskon tarif air sebesar 30 persen selama dua bulan bagi pelanggan rumah tangga yang terdampak krisis air baku akibat kemarau dan meningkatnya kadar garam.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan pihaknya masih mengkaji mekanisme penerapan diskon tersebut.
"Untuk masalah diskon, kami coba kaji, yang pastinya untuk beberapa bulan, apakah pemakaian September dibayar pada Oktober, nanti kami kaji, insyaallah akan kami realisasikan untuk salah satu bulan atau dua bulan," ujar Abdullah di Pontianak, Rabu (16/9/2026).
Abdullah mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan perhatian kepada pelanggan yang terdampak kondisi air baku dan penurunan kualitas pelayanan selama musim kemarau.
Krisis Air Baku Pengaruhi Pelayanan PDAM
Abdullah menjelaskan keterbatasan air baku yang bersumber dari Sungai Kapuas turut memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa meminta dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan air baku dari Sungai Kapuas yang merupakan salah satu sungai strategis nasional.
"Ya, pertama kami mohon maaf atas pelayanan, terutama dari sisi kualitas, tetapi memang itulah ketersediaan air baku yang ada dari kami, dari PDAM," ujarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan diskon tarif air sebesar 30 persen diberikan kepada pelanggan rumah tangga selama dua bulan mulai September 2026.
"Ini kita berikan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak penurunan kualitas air baku akibat kemarau dan intrusi air laut," ujarnya.
Pemkot Salurkan Air Bersih ke 29 Kelurahan
Selain memberikan diskon tarif, Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan air bersih ke kelurahan, kecamatan, dan sejumlah fasilitas publik.
Setiap kelurahan dan kecamatan diminta menyiapkan tempat penampungan berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter, sementara masjid yang memiliki bak penampungan turut dilibatkan sebagai lokasi distribusi.
"Pasokan air tawar relatif memadai setelah operasional IPA 3 di Booster Imam Bonjol berjalan, dengan produksi sekitar 1.000 kubik air tawar per hari yang didistribusikan ke-29 kelurahan serta sejumlah lokasi publik, sementara masyarakat tetap diminta memasak air sebelum dikonsumsi," kata dia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




