
Pantau - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan kondisi keamanan terkait serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan otoritas Arab Saudi telah beberapa kali mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Jeddah, dan Taif.
"Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi," kata Heni.
Otoritas Arab Saudi Sempat Minta Warga Berlindung
Pada Selasa, 15 September 2026, otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait kondisi keamanan.
Dalam peringatan tersebut, masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan serta menghindari area terbuka dan lokasi yang terdapat kerumunan.
Masyarakat juga diminta mengikuti arahan resmi yang dikeluarkan otoritas Arab Saudi selama situasi bahaya berlangsung.
Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir.
Setelah kondisi dinyatakan aman, masyarakat diizinkan kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan dan mengikuti arahan pemerintah setempat.
Kemlu RI memastikan sejauh ini tidak terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak oleh situasi bahaya tersebut.
"Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat," kata Heni.
Perwakilan Indonesia di Arab Saudi terus memantau perkembangan keamanan untuk memastikan langkah pelindungan terhadap WNI dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
WNI yang mengalami kondisi darurat dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di +966 569173990 atau KJRI Jeddah di +966 50 360 9667.
Drone Dicegat Sebelum Memasuki Wilayah Udara Makkah
Juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak atau drone yang hendak memasuki wilayah udara Kota Makkah.
"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata Al-Malki dalam laporan kantor berita Arab Saudi SPA.
Drone tersebut dilaporkan berhasil dicegat di wilayah bagian selatan Makkah.
Pihak koalisi menyebut insiden tersebut sebagai upaya kedua untuk menargetkan Makkah setelah kejadian sebelumnya pada 27 Juli 2017 yang menggunakan rudal balistik.
Houthi Bantah Ancam Kota Makkah
Di sisi lain, Gerakan Ansar Allah yang juga dikenal sebagai Houthi membantah adanya ancaman dari pihaknya terhadap Kota Makkah maupun tempat-tempat suci Islam lainnya di Arab Saudi.
"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer yang dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.
Dengan perkembangan tersebut, WNI di Arab Saudi diminta tetap mengikuti informasi dan instruksi resmi otoritas setempat serta arahan yang disampaikan perwakilan RI.
- Penulis :
- Shila Glorya




