HOME  ⁄  Nasional

DKP Aceh Salurkan 51,7 Juta Benih Udang dan Ikan untuk Pulihkan Tambak Pascabencana

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

DKP Aceh Salurkan 51,7 Juta Benih Udang dan Ikan untuk Pulihkan Tambak Pascabencana
Foto: Arsip foto - Tim DKP Aceh menyalurkan bantuan benih ikan dan udang (sumber: Dok DKP Aceh)

Pantau - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh telah menyalurkan lebih dari 51,7 juta ekor benih udang dan ikan untuk mempercepat pemulihan tambak masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Kepala DKP Aceh Safrizal mengatakan Pemerintah Aceh melalui DKP terus melakukan berbagai langkah untuk memulihkan sektor perikanan yang terdampak bencana pada akhir November 2025.

Program pemulihan tersebut secara khusus menyasar tambak masyarakat yang mengalami kerusakan dengan dukungan berupa rehabilitasi infrastruktur serta penyediaan sarana budi daya.

"Dukungan pemulihan tidak hanya infrastruktur tambak, tetapi sarana budi daya perikanan berupa benih udang dan ikan, pakan dan peralatan lainnya. Berdasarkan data, realisasi penyaluran benih mencapai 51,7 juta ekor lebih," ungkap Safrizal.

Pakan dan Peralatan Budi Daya Ikut Disalurkan

Selain benih, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 344 ton pakan untuk mendukung masyarakat kembali menjalankan kegiatan budi daya perikanan.

Sebanyak 112 unit peralatan pendukung kegiatan perikanan dan budi daya juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Peralatan tersebut antara lain berupa kincir, pompa, genset listrik, kotak pendingin, dan terpal HDPE.

Berdasarkan tingkat kerusakannya, Safrizal menyebutkan terdapat 11.792 hektare tambak yang mengalami kerusakan ringan.

Tambak dengan kategori rusak sedang tercatat seluas 10.313 hektare, sedangkan tambak yang mengalami kerusakan berat mencapai 30.478 hektare.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan dampak kerusakan tambak terluas, yakni sekitar 10.660 hektare.

"Berdasarkan data DKP Aceh, luas tambak terdampak bencana yang menjadi basis penanganan mencapai 30.487 hektare," kata Safrizal.

Rehabilitasi Tambak Ditargetkan 807,22 Hektare pada 2026

Pemerintah juga menjalankan rehabilitasi tambak sebagai bagian dari upaya mengembalikan kegiatan produksi dan sumber penghasilan masyarakat setelah bencana.

Program rehabilitasi tersebut mendapat dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang pada 2026 mengalokasikan kegiatan dengan target seluas 743,22 hektare.

DKP Aceh secara terpisah menjalankan program rehabilitasi tambak dengan target seluas 64 hektare.

Dengan menggabungkan program KKP dan DKP Aceh, total target rehabilitasi tambak pada 2026 mencapai 807,22 hektare.

Dari target yang dikelola langsung DKP Aceh, realisasi fisik rehabilitasi telah mencapai 25 hektare.

"Jadi, total target rehabilitasi tambak tahun ini mencapai 807,22 hektare. Kegiatan rehabilitasi yang dikelola DKP Aceh telah mencapai realisasi fisik mencapai 25 hektare. Pemulihan tambak ini penting karena sumber mata pencarian masyarakat," ungkap Safrizal.

Pemulihan tambak menjadi perhatian pemerintah karena kegiatan budi daya perikanan merupakan salah satu sumber mata pencarian masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Penyaluran benih, pakan, peralatan, serta rehabilitasi fisik tambak diarahkan agar masyarakat dapat kembali melakukan kegiatan budi daya dan memulihkan sumber penghasilannya.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026