
Pantau - Basarnas mengonfirmasi operasi pencarian dan pertolongan atau SAR hari kesembilan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda masih belum membuahkan hasil.
Hari kesembilan pencarian tersebut merupakan H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan perkembangan operasi pencarian tersebut dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, pada Rabu malam.
"Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil," kata Al Amrad.
Hingga operasi hari kesembilan berakhir, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun KM Arupadatu I.
Pencarian Diperluas hingga Pulau Enggano
Seluruh unsur armada laut utama dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui delapan sektor dengan total luas area mencapai 3.439 nautical mile atau NM persegi.
Area pencarian mencakup kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Provinsi Banten dan Lampung serta diperluas hingga Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu.
Penyisiran secara masif dilakukan tim SAR gabungan dengan melibatkan 22 unit kapal armada laut.
TNI Angkatan Laut mengerahkan lima KRI, dua KAL, dan satu RBB dalam operasi tersebut.
Polairud mengerahkan delapan kapal, sedangkan Basarnas melibatkan tiga KN SAR dan dua unit RIB.
Satu kapal patroli KPLP juga turut dikerahkan untuk mendukung pencarian.
Berdasarkan peta rencana operasi Basarnas, pencarian di Sektor A dilakukan KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya dengan menyisir kawasan sebelah barat Teluk Belimbing.
Di Sektor B, KN SAR Basudewa bertolak dari Pulau Sebesi menuju wilayah tenggara Tanggamus.
Pencarian Sektor C dilakukan KRI Leuser dengan menyisir ke arah perairan Ujung Kulon dan bagian barat Pulau Panaitan menuju Samudra Hindia.
Di Sektor D, KN SAR Antasena dan KRI Lepu melakukan penyisiran di kawasan sebelah barat Gunung Anak Krakatau.
RIB 02 Lampung dan KAL Pahawang melakukan pencarian di Sektor E hingga kawasan Teluk Kalianda.
Sektor F dikawal tujuh unit kapal Polairud yang melakukan pencarian mulai dari perairan sebelah barat Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Tunda.
Untuk Sektor G di wilayah perairan pesisir, KAL Anyer, RIB 02 Banten, dan RBB Pulau Peucang menyisir lintasan dari Dermaga Marina Carita hingga Anyer.
Di Sektor H, KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru melakukan penyisiran di sekitar kawasan Anak Krakatau hingga sebelah selatan Pulau Sebesi.
Jalur Pelaporan Belum Temukan Petunjuk
Selain penyisiran di kawasan Selat Sunda, operasi pencarian juga dilakukan Kantor SAR Bengkulu di wilayah pesisir Pulau Enggano.
Tim SAR melakukan pemantauan melalui siaran e-broadcast yang ditujukan kepada kapal-kapal yang melintas.
Pemantauan dilakukan melalui Stasiun Radio Pantai atau SROP serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP.
Seluruh jalur pelaporan hingga hari kesembilan belum memberikan informasi mengenai penemuan korban maupun KM Arupadatu I.
"Namun seluruh jalur pelaporan mengonfirmasi hasil yang masih nihil," kata Al Amrad.
- Penulis :
- Leon Weldrick




