
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjaga kekayaan negara dengan memangkas jumlah badan usaha milik negara (BUMN) agar perusahaan negara dapat bekerja lebih efisien.
Sejak mulai menjabat sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024 hingga saat ini, Prabowo menyebut pemerintah telah menutup lebih dari 328 BUMN dan menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp50 triliun.
“BUMN umpamanya, sampai hari ini kita sudah tutup 328 BUMN lebih. Itu kita bisa hemat Rp50 triliun dari overhead: Gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, rapat kerja,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat wawancara bersama sejumlah pemimpin redaksi di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada pekan sebelumnya.
Wawancara tersebut kemudian disiarkan Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta pada Rabu.
Prabowo Targetkan 750 BUMN Ditutup hingga Akhir 2026
Prabowo menargetkan penutupan sebanyak 750 BUMN hingga akhir 2026 sehingga terdapat sekitar 400 BUMN yang disebut masih dalam proses penutupan.
Apabila penutupan 750 BUMN tersebut rampung, Prabowo berharap penghematan anggaran negara dapat mencapai Rp100 triliun.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki banyak uang, tetapi selama ini kekayaan tersebut hanya dinikmati segelintir orang, termasuk melalui praktik pencurian.
“Uang itu banyak di Indonesia, (tetapi, red.) yang menikmati hanya segelintir orang yang berani juga, berani maling,” ungkap Prabowo.
Dalam sesi wawancara yang sama yang dikemas melalui program “Presiden Prabowo Menjawab”, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak perusahaan-perusahaan bermasalah, termasuk yang terbukti terlibat dalam aktivitas tambang ilegal.
Prabowo Sebut Laba PT Timah Naik 900 Persen
Setelah berbagai penindakan hukum terhadap perusahaan pelaku tambang ilegal, Prabowo menyebut keuntungan PT Timah mengalami peningkatan pada 2026 dibandingkan dengan 2025.
Menurut Prabowo, keuntungan PT Timah meningkat hingga sembilan kali lipat atau 900 persen.
“PT Timah sekarang untung. Untungnya Anda mungkin tidak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali, 900 persen,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyebut PT Pupuk Indonesia mencatat peningkatan keuntungan bersih sebesar 252 persen meskipun harga pupuk telah diturunkan sebesar 20 persen.
Menurut Prabowo, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen turut diikuti peningkatan volume dan ketersediaan pupuk, sementara keuntungan bersih perusahaan tetap meningkat.
“PT Pupuk, dirutnya luar biasa. PT Pupuk untung bersih naik 252 persen. Padahal, kita turunkan harga pupuk 20 persen. Dan dengan turun 20 persen, volume tambah, pupuk di mana-mana banyak, PT Pupuk untung 252 persen,” ungkap Prabowo.
Prabowo mengatakan capaian tersebut terjadi karena pemerintah dan jajaran direksi BUMN saat ini tidak ingin bermain-main dengan kepentingan rakyat ataupun mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
“Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau patgulipat. Kita tidak mau mencuri dari negara,” tegas Prabowo.
- Penulis :
- Leon Weldrick




