HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Siapkan Investasi Besar Mitigasi Bencana, Tambah Helikopter hingga Pesawat Water Bombing

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Prabowo Siapkan Investasi Besar Mitigasi Bencana, Tambah Helikopter hingga Pesawat Water Bombing
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya atas beragam isu dalam program Presiden Prabowo Menjawab di kediamannya di Hambalang, Bogor (sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah menyiapkan investasi besar untuk memperkuat kemampuan mitigasi dan mempercepat penanganan bencana di Indonesia melalui penambahan armada helikopter, pesawat berukuran besar, serta berbagai peralatan pendukung.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam program Presiden Menjawab yang dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI di Jakarta pada Rabu.

Prabowo menilai lembaga-lembaga yang bertugas menangani bencana perlu diperkuat agar memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

"Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan yang menghadapi bencana harus kita perkuat," kata Prabowo.

Pemerintah Tambah Helikopter dan Pesawat Water Bombing

Menurut Prabowo, pemerintah terus menambah armada helikopter untuk meningkatkan kemampuan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Pemerintah juga menyiapkan investasi untuk pengadaan berbagai peralatan agar respons dan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat.

Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan ratusan helikopter untuk mendukung berbagai operasi penanganan bencana, termasuk pemadaman kebakaran dari udara.

Selain helikopter, pemerintah telah memesan beberapa pesawat berukuran besar untuk menjalankan operasi pemadaman dengan menjatuhkan air dari udara atau water bombing.

"Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing," kata Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan jajarannya agar menjaga pengelolaan sumber daya negara dan menghindari praktik korupsi yang dapat melemahkan kemampuan institusi dalam menghadapi situasi krisis.

"Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan," ungkap Prabowo.

Prabowo mengingatkan Indonesia berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana geologi.

Di sisi lain, menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk berbagai jenis mineral yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional.

Kondisi Indonesia yang memiliki kerawanan bencana sekaligus kekayaan sumber daya alam tersebut, menurut Prabowo, menuntut pengelolaan negara dan institusi yang efisien.

"Jadi, inilah yang mungkin Yang Mahakuasa kasih cobaan, tapi Dia juga kasih kelebihan. Nah, tinggal bagaimana kita me-manage negara kita. Karena itu, kita harus memiliki negara, memiliki institusi yang efisien," kata Prabowo.

Efisiensi Anggaran Tembus Rp300 Triliun

Prabowo mengatakan efisiensi anggaran menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan sumber daya negara dapat dialihkan kepada program-program yang lebih produktif.

Salah satu langkah tersebut dilakukan dengan menghapus sejumlah anggaran kegiatan kementerian yang dinilai tidak menjadi prioritas.

Prabowo mencontohkan adanya anggaran perayaan hari ulang tahun pada masing-masing kementerian ketika dirinya mulai mengambil alih pemerintahan.

Menurut dia, nilai anggaran untuk kegiatan tersebut tidak sedikit sehingga pemerintah memutuskan menghapusnya.

"Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun," kata Prabowo.

Prabowo menyebut penghematan anggaran pada tahun pertama pemerintahannya mencapai lebih dari Rp300 triliun.

Menurut Prabowo, dana yang diperoleh dari efisiensi anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung berbagai program produktif pemerintah.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026