HOME  ⁄  Nasional

KAI Operasikan 113 Unit PLTS di 92 Lokasi, Potensi Produksi Energi Surya Capai 6,6 Juta kWh per Tahun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Operasikan 113 Unit PLTS di 92 Lokasi, Potensi Produksi Energi Surya Capai 6,6 Juta kWh per Tahun
Foto: (Sumber :KAI Operasikan 113 Unit PLTS di 92 Lokasi Aset Perkeretaapian.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di 92 lokasi aset perkeretaapian dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kWp atau sekitar 4,43 MWp.

Dengan kapasitas tersebut, PLTS milik KAI berpotensi menghasilkan sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik per tahun berdasarkan estimasi produksi PLTS di Indonesia.

Pemanfaatan energi surya tersebut ditujukan untuk mendukung efisiensi penggunaan energi pada berbagai fasilitas operasional sekaligus mengoptimalkan pengelolaan energi dalam ekosistem perkeretaapian.

KAI Kembangkan PLTS Secara Bertahap Sejak 2022

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pemanfaatan PLTS menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mengembangkan inovasi energi untuk mendukung operasional transportasi berbasis rel.

“Kereta api membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal agar perjalanan masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan optimal. Pengelolaan energi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional perkeretaapian, sehingga KAI terus mencari peluang pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi energi pada aset perusahaan,” ujar Anne.

Pengembangan PLTS dilakukan secara bertahap sejak 2022 dengan kapasitas terpasang pada tahap awal mencapai 206 kWp.

Kapasitas pemasangan kemudian mencapai 1.314,30 kWp pada 2023, 1.914,20 kWp pada 2024, dan 996,15 kWp pada 2025.

KAI juga menyiapkan tambahan kapasitas PLTS sebesar 500 kWp pada 2026.

PLTS tersebut dimanfaatkan pada berbagai aset pendukung operasional perjalanan kereta api, mulai dari stasiun, balai yasa, kantor, depo, hingga fasilitas lainnya.

Dari 92 lokasi aset, sebanyak 62 stasiun memiliki PLTS berkapasitas total 1.759,90 kWp dan 10 balai yasa mencapai 1.786,50 kWp, sedangkan unit lainnya berada di kantor, griya karya, depo, dan record center.

Energi Surya Dukung Efisiensi Operasional KAI

Anne mengatakan kebutuhan energi sektor transportasi memiliki karakteristik besar dan berlangsung secara berkelanjutan sehingga pengelolaannya menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas operasional.

“Transformasi transportasi mencakup perjalanan kereta api beserta seluruh fasilitas pendukungnya. Melalui pemanfaatan energi terbarukan, KAI terus mengoptimalkan pengelolaan aset agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional,” kata Anne.

Energi dari PLTS digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik di berbagai fasilitas perusahaan, termasuk area pelayanan pelanggan, gedung operasional, fasilitas pemeliharaan sarana, dan fasilitas pendukung lainnya.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, penggunaan listrik dari panel surya menjadi salah satu indikator dalam kinerja energi perusahaan.

KAI mencatat pemanfaatan PLTS telah mencakup lebih dari 90 aset operasional dengan kapasitas sekitar 4,4 MWp sebagai bagian dari pengelolaan energi dan upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan.

“KAI akan terus mengevaluasi berbagai peluang inovasi dalam pengelolaan energi dan aset perusahaan. Melalui pemanfaatan teknologi, KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang semakin efisien, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Anne.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026