
Pantau - Menteri Luar Negeri Sugiono akan mewakili Presiden Prabowo Subianto sekaligus memimpin delegasi Indonesia dalam rangkaian Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Sugiono akan mengikuti rangkaian pertemuan tingkat tinggi setelah Presiden Prabowo memutuskan untuk memfokuskan perhatian pada berbagai urusan dalam negeri.
“Menteri Luar Negeri Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York pekan depan,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Yvonne menjelaskan Presiden Prabowo memberikan arahan agar Sugiono hadir mewakili Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB.
“Arahan presiden agar Menlu RI hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB bulan depan, karena presiden akan fokus pada urusan domestik,” kata Yvonne.
Sugiono Dijadwalkan Mengikuti Sedikitnya 22 Pertemuan
Selama mengikuti rangkaian agenda PBB di New York, Sugiono dijadwalkan menghadiri sekurangnya 22 pertemuan.
Agenda tersebut mencakup Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB, sejumlah pertemuan wajib, pertemuan tingkat tinggi, hingga pertemuan bilateral.
Sugiono antara lain dijadwalkan mengikuti pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan forum multilateral MIKTA di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Indonesia akan membawa pesan mengenai pentingnya memperkuat ketahanan nasional dan kawasan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan global.
Indonesia juga akan terus menyerukan pentingnya perdamaian dunia, termasuk menyuarakan kemerdekaan bangsa Palestina.
Selain itu, delegasi Indonesia akan membawa kepentingan negara-negara berkembang dan kepentingan pembangunan nasional serta menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan sebagai jembatan bagi dunia.
“Partisipasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut juga akan membawa pesan-pesan mengenai penguatan multilateralisme dan inklusivitas,” ucap Yvonne.
Indonesia Intensifkan Kampanye Menuju Dewan Keamanan PBB
Indonesia juga akan memanfaatkan rangkaian Sidang Majelis Umum PBB untuk mengintensifkan kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
Salah satu upaya untuk mendukung pencalonan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan resepsi diplomatik di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB secara resmi telah dibuka di New York pada 8 September.
Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai Presiden Majelis Umum PBB untuk sesi tersebut, menggantikan mantan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.
Sesi ke-81 Majelis Umum PBB mengusung tema “Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua”.
Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22–26 September dan dilanjutkan pada 28 September.
- Penulis :
- Leon Weldrick




