HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Lepas 2.452 Alumni Program PKK untuk Bekerja di Sejumlah Negara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemendikdasmen Lepas 2.452 Alumni Program PKK untuk Bekerja di Sejumlah Negara
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan kegiatan Peluncuran Pemuktahiran Dapodik Lembaga Kursus untuk Penguatan Tata Kelola Menuju Pendataan Terintegrasi di Jakarta Pusat pada Kamis 17/9/2026 (sumber: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 2.452 alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dari 20 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di sejumlah negara sesuai kompetensi yang telah mereka peroleh.

Pelepasan dilakukan secara simbolis dalam kegiatan Peluncuran Dapodik Lembaga Kursus dan Pelepasan Alumni LPK Bekerja ke Luar Negeri di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan para alumni akan ditempatkan di berbagai negara berdasarkan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan di LKP.

Negara tujuan kerja para alumni antara lain Bulgaria, Jepang, Turki, Malaysia, Taiwan, Rumania, Thailand, Kroasia, dan Maldives.

“Para alumni juga tersebar ke Taiwan sebanyak 39 orang, Rumania tujuh orang, Thailand 27 orang, Kroasia satu orang, dan Maldives dua orang,” kata Tatang.

Pendidikan Nonformal Disiapkan untuk Kebutuhan Dunia Kerja

Tatang mengatakan pelepasan ribuan alumni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan nonformal dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Keterampilan melalui pendidikan nonformal juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional sehingga para alumni dapat memanfaatkan kompetensinya untuk bekerja di luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, School Director Puspita Martha International Beauty School Wulan Maharani Tilaar mengatakan sebanyak 25 peserta dari lembaganya telah menyelesaikan pembelajaran Program PKK Platinum bidang keterampilan spa.

Sebanyak 25 peserta tersebut dijadwalkan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Spa pada Jumat, 18 September 2026.

Peserta yang dinyatakan kompeten dalam uji tersebut akan mendapatkan penempatan kerja di industri spa di Turki.

Peserta Dibekali Teknik Spa hingga Bahasa Inggris

Wulan menjelaskan peserta menjalani proses pendidikan menggunakan sistem asrama dengan kegiatan pembelajaran berlangsung dari Senin hingga Sabtu.

Materi yang diberikan mencakup teori, technical skill, management skill, Bahasa Inggris, hingga service excellence sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Para peserta juga dibekali keterampilan membuat berbagai jenis minuman herbal, antara lain lemon grass, jahe, dan gula asam menggunakan bahan-bahan khas Indonesia.

Dalam bidang spa, peserta mempelajari berbagai teknik pijat Indonesia, termasuk pijat Jawa dan Bali.

Peserta turut mempelajari international massage, termasuk teknik Lomi-Lomi dan Thai massage.

Selain teknik pijat, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai jenis perawatan, seperti scrub dan masker, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna jasa.

Wulan mengatakan penilaian terhadap peserta kursus tidak hanya didasarkan pada kemampuan praktik, tetapi juga mencakup pengetahuan dan sikap yang mendukung profesionalitas saat memasuki dunia kerja.

“Agar dapat lulus uji kompetensi, mereka harus memenuhi kebutuhan skill, pengetahuan, dan attitude,” ujarnya.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026