
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI membangun Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor, Papua, dengan total kapasitas mencapai 3.780 siswa.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI Diana Kusumastuti mengatakan setiap Sekolah Rakyat di tiga daerah tersebut dirancang menampung sebanyak 1.260 siswa.
“Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor masing-masing dapat menampung 1.260 siswa, sehingga total keseluruhan di tiga daerah tersebut mencapai 3.780 siswa. Ini sangat baik untuk mendorong percepatan pembangunan manusia di Papua,” katanya.
Sekolah Rakyat Dilengkapi Asrama hingga Fasilitas Olahraga
Sekolah Rakyat di Kota Jayapura dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi atau sekitar enam hektare di Skouw Mabo, Distrik Muara Tami.
Sekolah berkapasitas 1.260 siswa itu dilengkapi tiga bangunan pendidikan, delapan asrama, dua rumah susun guru, tiga kantin, satu gedung serbaguna, satu gereja, satu gedung ibadah, fasilitas olahraga, serta sejumlah bangunan penunjang.
Di Kabupaten Sarmi, Sekolah Rakyat dibangun di lokasi Balai Diklat pada lahan seluas 66.359 meter persegi atau sekitar 6,636 hektare dengan kapasitas 1.260 siswa.
Fasilitas yang dibangun di Sarmi meliputi tiga bangunan pendidikan, delapan asrama siswa, dua rumah susun guru, tiga kantin, satu gedung serbaguna, satu gereja, satu gedung ibadah, fasilitas olahraga, serta bangunan penunjang.
Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor dibangun di atas lahan seluas 96.302 meter persegi atau sekitar 9,63 hektare di Jalan Adibai kilometer 15, Ibdi, Sub Distrik Biak Timur.
Sekolah Rakyat di Biak Numfor juga berkapasitas 1.260 siswa dengan fasilitas berupa tiga bangunan pendidikan, delapan asrama siswa, dua rumah susun guru, tiga kantin, satu gedung serbaguna, satu gereja, satu gedung ibadah, fasilitas olahraga, serta bangunan penunjang.
Anggaran Pembangunan Capai Rp1 Triliun
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan tiga Sekolah Rakyat tersebut.
Menurut Diana, pembangunan telah berlangsung sekitar satu bulan dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 4 persen saat keterangan disampaikan.
“Untuk membangun Sekolah Rakyat di tiga daerah membutuhkan anggaran sebesar Rp1 triliun yang dialokasikan dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN. Pembangunan baru berjalan sebulan dan progresnya baru 4 persen,” ujarnya.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU RI dengan Waskita.Adhi.Pab-KSO sebagai penyedia jasa.
Tahapan pekerjaan mencakup persiapan, pematangan lahan, pembangunan struktur, arsitektur, MEEP, kawasan, dan fasilitas olahraga.
“Pekerjaan yang dilakukan sesuai tahapannya di antaranya persiapan, pematangan lahan, pekerjaan struktur, arsitektur, meep, kawasan dan fasilitas olahraga. Pembangunan difokuskan kepada gedung pendidikan, asrama siswa dan rumah susun guru,” ujarnya.
Target Penyelesaian Tercantum Berbeda
Diana menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor ditargetkan selesai pada Maret 2026.
“Sesuai target, pembangunan Sekolah Rakyat di tiga daerah di Papua baik Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor akan selesai dikerjakan pada bulan Maret tahun 2026,” katanya.
Namun, keterangan mengenai target tersebut berbeda dengan informasi awal yang menyebut pembangunan dilakukan pada 2026 dan direncanakan rampung pada 2027.
Perbedaan tahun penyelesaian tersebut belum dapat dipastikan dari poin informasi yang tersedia.
- Penulis :
- Arian Mesa




