HOME  ⁄  Nasional

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah Kembangkan Koperasi Berbasis Masjid, Jaringan 12.000 Masjid Jadi Potensi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah Kembangkan Koperasi Berbasis Masjid, Jaringan 12.000 Masjid Jadi Potensi
Foto: Kementerian Koperasi (Kemenkop) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengembangkan koperasi berbasis rumah ibadah termasuk masjid, di Jakarta, Jumat 18/9/2026 (sumber: Kemenkop)

Pantau - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengembangkan koperasi berbasis rumah ibadah, termasuk masjid, guna memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat komunitas.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau MoU yang ditandatangani Kemenkop dan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Jumat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pengembangan koperasi berbasis rumah ibadah akan dimulai melalui pengembangan koperasi berbasis masjid.

Menurut Ferry, pengembangan tersebut dapat mempelajari pengalaman koperasi di lingkungan pondok pesantren yang telah mampu berkembang sekaligus menopang berbagai kegiatan ekonomi komunitas.

Kemenkop akan mendorong komunitas berbasis rumah ibadah untuk memiliki badan usaha berbentuk koperasi sehingga dapat berkembang secara lebih modern dan profesional.

"Kami akan dorong memiliki badan usaha koperasi juga. Diharapkan ini bisa menjadi awal yang baik untuk menorehkan sejarah perkembangan koperasi yang lebih modern dan lebih profesional ke depan," ujarnya.

Jaringan 12.000 Masjid Jadi Basis Pengembangan Koperasi

Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Quantum Akhyar Adi Hidayat mengatakan Majelis Tabligh Muhammadiyah memiliki jaringan yang mencakup sekitar 12.000 masjid.

Jaringan masjid tersebut dinilai memiliki potensi untuk menjadi basis pengembangan koperasi berbasis komunitas karena juga didukung jamaah yang riil.

Data para peserta atau jamaah tersebut telah dihimpun dalam satu basis data digital.

"Ada 12.000 masjid di bawah Majelis Tabligh Muhammadiyah, dan seluruh peserta atau jamaahnya itu riil. Database-nya terkumpul dalam satu database digital," ujarnya.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fathurrahman Kamal mengatakan pihaknya ingin mengembangkan fungsi masjid secara lebih luas.

Masjid diharapkan berkembang menjadi sebuah ekosistem yang membantu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi

Selain menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah, Kemenkop menandatangani Nota Kesepahaman dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas untuk memperkuat pengembangan ekosistem koperasi.

Dalam kerja sama tersebut, Kemenkop akan menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan serta melakukan identifikasi koperasi berdasarkan sasaran dan sektor usahanya.

Kemenkop juga akan memberikan pendampingan dan memperkuat kelembagaan koperasi agar mampu mengembangkan kegiatan usahanya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan diharapkan memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga keuangan dan pemangku kepentingan terkait untuk memperluas akses pembiayaan koperasi.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk merumuskan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan koperasi.

Ferry menegaskan akses pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan koperasi sehingga badan usaha tersebut memiliki kemampuan lebih besar untuk mengembangkan kegiatan usahanya.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026