
Pantau - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, membatalkan enam penerbangan intra-Nabire pada Jumat (18/9) akibat asap tebal yang menyebabkan jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
Pembatalan dilakukan setelah kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Douw Aturure dinilai tidak memungkinkan pesawat beroperasi secara aman.
Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Douw Aturure Nabire Allrido Simandjuntak mengatakan asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Nabire dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Allrido, pembukaan lahan dengan cara membakar yang diperparah fenomena El Nino berdampak terhadap penerbangan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas warga di luar rumah.
"Pembukaan lahan dengan pembakaran, ditambah dengan fenomena El Nino, sangat berdampak buruk. Bukan hanya terhadap aktivitas penerbangan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas warga di luar rumah," ujarnya.
Enam Penerbangan Intra-Nabire Dibatalkan
Berdasarkan pembaruan kondisi penerbangan hingga pukul 10.00 WIT, sejumlah penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan beroperasi pada pagi hari terpaksa dibatalkan.
Salah satu penerbangan terdampak adalah pesawat PK-IWU milik maskapai Intan Angkasa yang dijadwalkan melayani rute NBX-KM100-NBX.
Pesawat PK-LTY milik maskapai Asian One dengan rute NBX-Wapoga-Lagari-NBX juga terdampak asap tebal.
Selain itu, pesawat PK-SCI milik maskapai Bunga Persada dengan rute NBX-BYB-NBX turut terdampak kondisi serupa.
Rangkaian penerbangan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 06.30 hingga 09.00 WIT.
Pembatalan dilakukan sebagai langkah keselamatan karena asap karhutla menyebabkan keterbatasan jarak pandang yang tidak memungkinkan penerbangan berlangsung secara aman.
Allrido menegaskan keamanan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah suatu penerbangan dapat dilaksanakan.
Kondisi lingkungan, terutama jarak pandang akibat asap, menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keamanan operasional pesawat.
Penerbangan Antardaerah Masih Normal
Meski enam penerbangan intra-Nabire terdampak, penerbangan antardaerah yang dilayani maskapai besar masih berjalan normal hingga Jumat siang.
Penerbangan Sriwijaya Air dilaporkan masih beroperasi normal hingga Jumat siang.
Penerbangan yang dilayani Lion Group juga masih berjalan normal.
Allrido mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan metode pembakaran karena asap yang dihasilkan dapat mengganggu penerbangan sekaligus berdampak terhadap kesehatan.
"Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih luas," katanya.
Menurut Allrido, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran lahan sejak awal sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan dapat diminimalkan.
Pencegahan kebakaran lahan juga diperlukan untuk mengurangi gangguan terhadap mobilitas warga serta menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di wilayah Nabire.
- Penulis :
- Shila Glorya




