
Pantau - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI dengan menggelar Open Tournament Kejuaraan Cabang Olahraga Layar Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Nongsa Point Marina, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Kejuaraan tersebut diikuti 35 peserta, termasuk delapan atlet perempuan, yang berasal dari sejumlah daerah dan satuan TNI.
Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko mengatakan perlombaan layar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI sekaligus momentum menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap laut dan budaya bahari Indonesia.
"Kami melaksanakan perlombaan layar dalam rangka Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Bangsa Indonesia adalah bangsa bahari. Dan dengan kita mencintai bahari, lautnya, dan maritimnya adalah untuk keselamatan bangsa dan Indonesia," kata Berkat di Batam, Jumat.
Empat Kategori Dipertandingkan
Kejuaraan Piala Panglima TNI 2026 mempertandingkan empat kategori, yakni ILCA 6 Open, ILCA 7 Men, ILCA 7 TNI/Polri, dan Techno 293 Open.
Para atlet berasal dari Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Timur, Tasikmalaya, dan Banten.
Peserta dari kalangan TNI berasal dari Kodaeral X, Komando Armada I (Koarmada I), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), serta Kodaeral IV.
Berkat mengatakan cabang olahraga layar dan Kepulauan Riau dipilih karena wilayah tersebut dinilai merepresentasikan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan.
Menurut dia, Kepulauan Riau dapat dipandang sebagai miniatur Indonesia apabila melihat karakter geografis Indonesia secara luas.
"Kalau melihat Indonesia secara luas, Kepri ini paling tidak seperti miniaturnya. Dipilih di Batam karena kekuatan bangsa kita harus dan bisa terwujud dimanapun berada," ujarnya.
Kapal Evakuasi Disiagakan di Lintasan
Asisten Operasi Dankodaeral IV Kolonel Laut Pelaut Djawara Whimbo menjelaskan setiap perlombaan menggunakan lintasan yang relatif pendek dengan jarak sekitar 600 hingga 700 meter apabila dikonversikan ke jarak darat.
Panitia menempatkan sejumlah unsur pengamanan dan evakuasi di sepanjang lintasan untuk menjamin keselamatan para peserta selama perlombaan.
Sebuah kapal ditempatkan di garis start sebagai pengawas, sementara satu kapal lainnya difungsikan sebagai ambulans apung.
Di bagian tengah lintasan, panitia menyiagakan RIB atau Perahu Karet Tiup Kaku yang bergerak mengikuti peserta, sedangkan sebuah sekoci karet ditempatkan di sisi kanan dan turut bergerak mengikuti perlombaan.
Pada titik paling jauh, panitia juga menempatkan kapal pengawas untuk mendukung keselamatan peserta.
"Posisi kapal evakuasi kita atur. Ada kapal di garis start sebagai pengawas, kemudian satu kapal sebagai ambulans apung. Di tengah ada RIB (Perahu Karet Tiup Kaku) yang bergerak mengikuti peserta, kemudian sekoci karet di sebelah kanan juga bergerak mengikuti peserta. Di paling jauh ada kapal pengawas untuk keselamatan," katanya.
Pengaturan unsur pengamanan tersebut dilakukan agar petugas dapat segera memberikan pertolongan apabila terjadi kecelakaan selama perlombaan.
“Apabila terjadi kecelakaan pada peserta maka mereka akan segera bergerak untuk melaksanakan evakuasi laut,” kata dia.
- Penulis :
- Arian Mesa




