
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mendata sejumlah warga asal NTT di Papua yang meminta difasilitasi kembali ke daerah asal setelah merasa tidak aman akibat gangguan keamanan di beberapa wilayah.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan beberapa warga telah menyampaikan permintaan untuk pulang ke NTT, termasuk warga yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
"Ada beberapa. Mereka meminta karena sudah tidak merasa aman di sana, Papua. Kita lagi mendatanya," katanya.
Johni menilai keinginan warga meninggalkan suatu wilayah ketika merasa tidak aman merupakan hal yang wajar.
"Saya rasa normal saja ya, kalau di mana pun kita berada kalau kita merasa tidak aman, kita akan mencari tempat yang lebih aman," ujarnya.
Meski ada warga yang meminta pulang, Johni berharap kondisi keamanan di Papua segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Pemprov NTT Pantau Kondisi Warga di Papua
Untuk mengetahui kondisi warga NTT di Papua, Johni telah bertemu dengan Ketua Komunitas Flobamora di Papua guna membahas situasi keamanan setelah peristiwa penembakan di Jayawijaya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Johni mengatakan kondisi keamanan di Papua secara umum masih kondusif dan gangguan keamanan hanya terjadi di sejumlah wilayah tertentu.
"Menurutnya pada umumnya kondisi keamanan di daerah itu kondusif, namun hanya di daerah-daerah tertentu saja," kata Johni.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, setelah tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas dalam peristiwa penembakan pada Rabu (9/9).
Dua dari tiga korban merupakan warga asal NTT, yakni Wili Mbuik dari Kabupaten Rote Ndao dan Alfonsius Albinus Mehan dari Kabupaten Sikka.
Sementara itu, satu korban lainnya berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
Pemprov Buka Peluang Koordinasi Pemindahan Warga
Sebelumnya, keluarga Wili Mbuik meminta pemerintah memberikan jaminan keamanan kepada warga asal NTT yang masih berada di Jayawijaya.
Keluarga menyebut masih terdapat sejumlah warga asal Kabupaten Rote Ndao yang berada di wilayah tersebut.
Pemprov NTT membuka kemungkinan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan apabila diperlukan pemindahan warga dari daerah yang dinilai rawan menuju lokasi yang lebih aman.
"Kalau memang harus demikian, akan kita koordinasikan dengan Pemprov Papua Pegunungan," katanya.
- Penulis :
- Leon Weldrick




