
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Aceh, berhenti beroperasi sementara akibat anggaran operasional dari BGN Pusat yang belum dicairkan.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Simeulue Elysa Wulandari mengatakan penghentian sementara tersebut berlangsung sejak 14 September.
"SPPG di Kecamatan Teupah Selatan berhenti beroperasi sementara waktu ini karena terkendala anggaran operasional yang belum dicairkan," ungkap Elysa.
Penghentian operasional tersebut bersifat sementara hingga anggaran tersedia agar pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak sekolah dapat kembali berjalan.
Anggaran Operasional Sudah Masuk
Elysa menyampaikan perkembangan terbaru bahwa anggaran untuk operasional SPPG di Kecamatan Teupah Selatan telah masuk.
"Informasi terbaru, anggaran sudah masuk. Kami berharap SPPG tersebut dapat kembali beroperasi melayani program MBG kepada anak sekolah di Pulau Simeulue," kata Elysa.
Dengan masuknya anggaran tersebut, BGN berharap pelayanan MBG kepada anak-anak sekolah di Pulau Simeulue dapat kembali berjalan.
BGN Kabupaten Simeulue juga terus berkoordinasi dengan SPPG di wilayah tersebut untuk mengetahui unit lain yang berhenti beroperasi akibat persoalan anggaran serupa.
"Kami masih terus berkoordinasi berapa SPPG yang berhenti beroperasi di Kabupaten Simeulue karena terkendala anggaran operasional. Kami juga berkoordinasi dengan BGN Pusat terkait masalah tersebut," ujar Elysa.
Jumlah keseluruhan SPPG di Kabupaten Simeulue yang mengalami penghentian operasional akibat kendala anggaran masih dalam proses pendataan dan koordinasi.
Simeulue Berada di Kawasan Kepulauan Terluar Aceh
Kabupaten Simeulue merupakan salah satu wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh yang berada di Samudra Hindia.
Pulau Simeulue berjarak sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.
Kabupaten Simeulue merupakan daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak 1999.
Secara administratif, Simeulue memiliki 10 kecamatan yang terdiri atas 138 gampong atau desa dengan jumlah penduduk sekitar 96 ribu jiwa.
- Penulis :
- Arian Mesa




