
Pantau - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan penyalahgunaan dan peredaran narkotika semakin terorganisasi serta telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wilayah perkotaan hingga kawasan perdesaan dan pesisir.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan kondisi tersebut saat menerima kunjungan dan audiensi pengurus Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di Jakarta pada Selasa, 15 September.
"Ini bukan menakut-nakuti, tapi kami bicara fakta realistis di lapangan. Jika kami membiarkan ini tanpa tindakan tegas dan serius, jangan heran dalam lima tahun mendatang Indonesia bisa menghadapi situasi ancaman kejahatan terorganisir seperti di Meksiko atau Brasil," ungkap Suyudi.
Suyudi menjelaskan ancaman narkotika kini telah masuk ke berbagai lingkungan masyarakat, mulai dari sekolah dan kampus hingga desa, kawasan perkebunan, serta wilayah pesisir.
BNN Temukan Senjata Api dan Soroti Jalur Perairan
BNN turut menyoroti adanya nelayan yang tergiur menjadi kurir narkotika karena mendapatkan iming-iming keuntungan finansial dalam jumlah besar.
Para nelayan tersebut dapat dimanfaatkan jaringan untuk membawa narkotika melalui jalur perairan.
Selain melalui perairan, pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus disebut menjadi salah satu jalur yang digunakan dalam peredaran narkotika.
BNN juga menemukan indikasi jaringan peredaran narkotika memiliki persenjataan yang dapat digunakan untuk menghadapi aparat.
Dalam penindakan terbaru, BNN tidak hanya menyita barang bukti narkotika, tetapi juga mengamankan 17 senjata api.
Senjata api tersebut terdiri atas senjata rakitan, modern, dan organik yang diduga digunakan jaringan bandar narkotika untuk melakukan perlawanan terhadap petugas.
Menghadapi kondisi tersebut, Suyudi menekankan perlunya komitmen dan kolaborasi BNN, pemerintah daerah, serta DPRD kabupaten dalam memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
BNN juga mendorong penguatan anggaran pelaksanaan P4GN di daerah serta optimalisasi pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
Suyudi turut mengusulkan pemanfaatan forum berskala nasional, termasuk rapat koordinasi pengendalian inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri, untuk memperluas sosialisasi P4GN kepada kepala daerah.
Suyudi berharap pertemuan dengan ADKASI tidak berhenti pada penyampaian komitmen, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret di setiap daerah untuk mendukung terwujudnya Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
ADKASI Siap Dorong Perda dan Anggaran P4GN
Ketua Umum ADKASI Siswanto mengapresiasi langkah BNN dalam memberantas narkotika, termasuk penggerebekan kampung narkotika di 52 titik dan penanganan ancaman penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektrik.
Siswanto menjelaskan DPRD memiliki tiga fungsi utama yang dapat dioptimalkan untuk mendukung penanganan persoalan narkotika, yakni pembentukan peraturan daerah, pengawasan, dan penganggaran.
Melalui fungsi pembentukan peraturan daerah, DPRD dapat mendorong hadirnya regulasi daerah yang mendukung pelaksanaan P4GN.
Dari sisi penganggaran, DPRD kabupaten dapat mendukung pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk BNNK sekaligus memperluas sosialisasi pencegahan dan pemberantasan narkotika.
"Pencegahan narkotika dan penyelamatan generasi bangsa adalah tugas kita bersama. Kami di ADKASI siap mendukung keterlibatan DPRD kabupaten, baik dalam mendorong perda P4GN, pengalokasian anggaran APBD untuk BNNK, maupun sosialisasi ke daerah-daerah," kata Siswanto.
Dalam dialog tersebut, pimpinan DPRD Majalengka Didi Supriadi dan pimpinan DPRD Siak Syarif turut menyampaikan kondisi serta kendala penanganan narkotika di daerah masing-masing.
Keduanya antara lain menyoroti peredaran obat-obatan terlarang yang telah menjangkau wilayah perdesaan serta kerentanan kawasan pesisir dan perbatasan laut terhadap penyelundupan narkotika.
Selat Malaka menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena dinilai rentan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkotika melalui laut.
- Penulis :
- Shila Glorya




