HOME  ⁄  Nasional

Prasetyo Hadi Sebut Amran “Panglima Pangan”, Pemerintah Siap Dukung Bioetanol hingga APBN

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Prasetyo Hadi Sebut Amran “Panglima Pangan”, Pemerintah Siap Dukung Bioetanol hingga APBN
Foto: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berbicara melalui daring dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol secara terbatas yang dilaksanakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin 21/9/2026 (sumber: Kementan)

Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai “Panglima Pangan” atas kepemimpinannya dalam mempercepat swasembada pangan sekaligus mendorong kemandirian energi nasional melalui pengembangan bioetanol.

Prasetyo memastikan Kementerian Sekretariat Negara siap memberikan dukungan regulasi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperlukan untuk menjalankan berbagai program strategis Kementerian Pertanian.

“Selama Pak Mentan membutuhkan dukungan regulasi, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kami di Kementerian Sekretariat Negara untuk memproses secepat-cepatnya. Demikian juga dukungan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” kata Prasetyo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo ketika mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol yang dipimpin Amran bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi.

Pemerintah Siap Dukung Regulasi dan Anggaran

Prasetyo mengapresiasi kepemimpinan Amran dalam mengawal percepatan swasembada pangan nasional yang dinilai berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian energi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan para petani yang terlibat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.

“Salam hormat kepada bapak ibu semua, dan terima kasih kepada petani Indonesia yang telah mengabdikan dirinya. Mereka adalah pahlawan bangsa yang sering kali kita lupakan,” ungkapnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah akan terus mendukung program strategis pertanian melalui kebijakan regulasi maupun anggaran karena sektor pangan menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo.

“Salah satu fokus utama Presiden selain keamanan adalah pangan. Jadi apa pun yang dibutuhkan untuk memastikan pangan terjamin, pemerintah akan mendukung,” katanya.

Prasetyo juga mengungkapkan telah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai langkah percepatan pengembangan bioetanol yang sedang dipersiapkan Kementerian Pertanian.

Bioetanol tersebut direncanakan memanfaatkan sejumlah komoditas pertanian sebagai bahan baku, antara lain tebu, singkong, dan jagung.

“Tadi malam saya melapor kepada Presiden mengenai target pengembangan energi berbasis bioetanol. Pak Mentan Amran dan jajaran memimpin rapat persiapan ini dan kami diperintahkan untuk ikut mendengarkan,” kata Prasetyo.

Dalam rapat tersebut, Prasetyo kembali menyebut Amran sebagai “Panglima Pangan” ketika menyapa para kepala daerah yang hadir.

“Tidak ada arahan beri sambutan. Tapi ini sekalian untuk menyapa para bupati. Mumpung panglima pangan (Mentan Amran) yang perintahkan,” ungkapnya.

Amran Soroti Capaian Sektor Pertanian

Sementara itu, Amran menyatakan Indonesia telah melewati tantangan krisis pangan global dengan sejumlah indikator sektor pertanian yang menunjukkan tren positif.

Ia menyebut indikator tersebut mencakup peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), pertumbuhan produk domestik bruto sektor pertanian, peningkatan produksi, pencapaian swasembada, ekspor produk pertanian, hingga pengakuan internasional dalam bidang ketahanan pangan.

Menurut Amran, kemampuan sektor pertanian juga membuat Indonesia dapat memberikan bantuan kepada negara lain, termasuk Palestina.

“Krisis pangan kita aman. NTP kita tertinggi, produksi meningkat, swasembada bahkan ekspor. Kita juga mampu membantu negara lain seperti Palestina. Data-data ini bukan dari kami, tetapi dari BPS (Badan Pusat Statistik), FAO (Food and Agricultural Organisation), dan USDA (United States Department of Agricultural),” kata Amran.

Setelah memperkuat fondasi swasembada pangan dan menjalankan program biodiesel, pemerintah kini mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan bioetanol sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian energi nasional.

“Pangan kita selesaikan, biodiesel kita selesaikan, sekarang kita masuk ke bioetanol. Mimpi besar kita adalah setiap pulau mandiri pangan dan mandiri energi. Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa untuk mewujudkannya,” ungkap Amran.

Tebu Disiapkan untuk Gula dan Bioetanol

Salah satu komoditas yang menjadi fokus pengembangan bioetanol adalah tebu karena dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gula maupun etanol dengan mempertimbangkan nilai ekonomi.

Amran mencontohkan Brasil yang dapat mengarahkan produksi tebu menjadi gula ketika harga gula lebih menguntungkan atau mengolahnya menjadi etanol ketika harga energi lebih menarik.

“Seperti Brasil, tebu bisa menjadi gula dan bisa menjadi etanol. Semua potensi itu kita miliki. Persoalannya tinggal bagaimana kita bergerak bersama untuk mengoptimalkannya,” katanya.

Amran menegaskan percepatan program bioetanol membutuhkan dukungan pemerintah daerah sehingga keterlibatan 44 bupati dari berbagai provinsi dalam rapat menjadi langkah awal untuk membangun komitmen bersama.

Setiap daerah diharapkan mengembangkan komoditas bahan baku bioetanol dengan mempertimbangkan potensi dan keunggulan wilayah masing-masing.

“Tanpa dukungan bupati, tidak mungkin kita bisa bergerak cepat. Ini perjuangan bersama menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan berdaulat energi,” kata Amran.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026