HOME  ⁄  Nasional

Polda Sumbar Mengerahkan 300 Personel Brimob untuk Menangani Banjir Bandang di Solok

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polda Sumbar Mengerahkan 300 Personel Brimob untuk Menangani Banjir Bandang di Solok
Foto: (Sumber :Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat diwawancarai di lokasi banjir bandang Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. ANTARA/Fitra Yogi.)

Pantau - Polda Sumatera Barat mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu evakuasi warga serta membersihkan material banjir bandang yang menutup akses jalan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengatakan jajaran kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan penanganan di lokasi bencana sejak Senin malam, 21 September 2026.

Tim gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi dan mendata warga serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Personel sudah dikerahkan untuk membantu proses penanganan dan evakuasi masyarakat yang terdampak. Kami juga terus memantau perkembangan situasi di lokasi,” kata Djati di Arosuka, Selasa, 22 September 2026.

Sekitar 300 Personel Brimob Dikerahkan

Polda Sumbar mengerahkan sekitar 300 personel Brimob untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir bandang.

Selain Brimob, personel dari sejumlah direktorat di Polda Sumbar dan Polres Solok turut dikerahkan ke lokasi bencana.

Petugas gabungan masih membersihkan material banjir yang menghambat akses masyarakat dan jalur transportasi Solok-Padang.

Polda Sumbar bersama BPBD dan unsur terkait juga terus melakukan evakuasi serta pembersihan untuk mempercepat pemulihan akses dan membantu masyarakat terdampak.

“Alhamdulillah hari ini sudah bisa kita bersihkan, khususnya dari satuan Brimob,” ujar Djati.

Evakuasi Warga Menjadi Prioritas

Djati mengatakan penanganan di lokasi bencana masih diprioritaskan pada proses evakuasi warga terdampak untuk memastikan keselamatan masyarakat.

“Yang paling utama sekarang melakukan evakuasi. Mudah-mudahan segera dilakukan upaya pembersihan,” katanya.

Kapolda memperkirakan proses perbaikan dan pembersihan material akibat banjir bandang membutuhkan waktu sekitar satu pekan, bergantung pada kondisi di lapangan.

Polda Sumbar juga mempertimbangkan pendirian pos di sekitar lokasi bencana untuk mendukung penanganan dan koordinasi selama masa tanggap bencana apabila kondisi memungkinkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026