
Pantau - Prancis berupaya menggandeng India untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz sekaligus menyambut upaya mediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, Senin, 21 September 2026.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot membahas situasi kawasan dalam pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Dalam pertemuan dengan Jaishankar, kedua menteri “menekankan pentingnya menjamin kebebasan navigasi” di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.
Barrot mengusulkan India bekerja sama dengan Prancis dalam persoalan tersebut karena dinilai “sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran Eropa dan Asia.”
Prancis dan India Bahas Stabilitas Kawasan
Barrot kembali menyinggung inisiatif Prancis-Inggris yang diluncurkan untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Prancis dan India juga menegaskan kembali komitmen terhadap hukum internasional serta dukungan bersama bagi “multilateralisme yang efektif dan telah direformasi.”
Kedua negara turut menegaskan kembali niat untuk mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB.
Barrot dan Jaishankar juga menyampaikan dukungan terhadap gencatan senjata di Ukraina serta “perdamaian yang komprehensif, adil, dan langgeng sesuai dengan hukum internasional.”
Keduanya turut menyambut perkembangan “kemitraan strategis Prancis-India yang komprehensif dan istimewa,” terutama dalam bidang pertahanan, teknologi baru, dan pendidikan tinggi.
Prancis Sambut Mediasi Pakistan
Dalam pertemuan terpisah dengan Ishaq Dar, Barrot membahas perkembangan situasi kawasan sekaligus menyambut upaya Pakistan memediasi Iran dan AS.
Barrot menekankan perlunya “negosiasi yang seluas-luasnya dan inklusif” untuk membantu mengamankan pasokan energi khususnya, serta “mengatasi secara berkelanjutan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran di bidang nuklir, rudal balistik, dan kawasan.”
Prancis dan Pakistan juga sepakat melanjutkan pengembangan hubungan bilateral, terutama melalui kerja sama universitas, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ketegangan antara Iran, AS, dan Israel yang berdampak terhadap situasi keamanan kawasan serta lalu lintas di Selat Hormuz.
Pakistan dan Qatar terus melakukan upaya mediasi untuk mendorong berakhirnya konflik setelah kesepakatan sebelumnya gagal bertahan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




