HOME  ⁄  Nasional

Wisatawan Yacht Menjelajahi Budaya Sumbawa dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wisatawan Yacht Menjelajahi Budaya Sumbawa dan Menggerakkan Ekonomi Lokal
Foto: (Sumber :Foto utama : Dua wisatawan mancanegara peserta Sail to Indonesia 2026 menjajal tradisi Karaci saat Welcoming Ceremony di Pantai Saliper Ate, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB, Senin (21/9/2026). Atraksi tersebut menjadi bagian dari pengenalan budaya lokal kepada peserta pelayaran internasional. (ANTARA/Ady Ardiansah).)

Pantau - Kedatangan 15 kapal yacht yang membawa puluhan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 18–23 September 2026 membuka peluang promosi pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui atraksi budaya, produk UMKM, dan wisata bahari.

Para yachter mengikuti rangkaian Sail to Indonesia 2026 dengan mengunjungi sejumlah destinasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan tradisi Sumbawa.

Peserta berasal dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Prancis, Swedia, Selandia Baru, dan Argentina.

Sebelum tiba di Kabupaten Sumbawa, rombongan terlebih dahulu singgah di Kota Bima dan Kabupaten Bima untuk menikmati objek wisata serta mengenal bentang alam dan budaya Pulau Sumbawa.

Wisatawan Menjajal Tradisi Karaci dan Barapan Kebo

Interaksi dengan budaya lokal terlihat ketika para wisatawan menyaksikan atraksi Karaci di Pantai Saliper Ate, Kecamatan Labuhan Badas, Senin, 21 September 2026.

Dua wisatawan asal Inggris, Mark dan May, bahkan mencoba langsung Karaci yang merupakan tradisi adu ketangkasan menggunakan rotan atau kayu pilihan dengan peserta mengenakan perisai dari kulit kambing atau kerbau.

Wisatawan lainnya menyaksikan atraksi dari dekat, mengambil gambar, serta mengikuti penjelasan masyarakat mengenai tradisi tersebut.

Rombongan kemudian diperkenalkan dengan Barapan Kebo, tradisi pacuan kerbau yang menjadi salah satu identitas budaya Sumbawa.

Nancy, wisatawan asal Amerika Serikat, mendapatkan kesempatan mencoba menjadi joki dalam tradisi tersebut.

Selain mengikuti kegiatan budaya, wisatawan juga menikmati pengalaman berenang bersama hiu paus.

Rombongan turut mengunjungi sejumlah situs sejarah dan warisan budaya, seperti Istana Dalam Loka, Istana Bala Puti, Istana Bala Kuning, Makam Gunung Setia, serta sumber mata air Buen Ai Awak.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Tata Kostara berharap kunjungan tersebut dapat memperluas pengenalan Sumbawa di tingkat internasional.

“Kami berharap Sumbawa semakin dikenal dunia internasional. Ini juga ajang promosi untuk peningkatan kualitas kepariwisataan Sumbawa,” ujarnya.

Produk UMKM Raup Transaksi Puluhan Juta Rupiah

Kunjungan wisatawan mancanegara juga mempertemukan peserta dengan pelaku UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Pelaku usaha memperkenalkan berbagai produk khas daerah, seperti wastra, kopi, susu kuda liar, madu, suvenir bertema hiu paus, dan produk pariwisata lainnya.

Transaksi selama rangkaian kegiatan dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah pada empat UMKM binaan pemerintah daerah.

Pergerakan wisatawan dari kawasan pesisir hingga pusat kota turut membuka peluang ekonomi bagi perajin, penyedia jasa, dan pelaku usaha lainnya.

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa menargetkan kunjungan wisatawan melalui Sail to Indonesia 2026 dapat mendorong aktivitas pariwisata sekaligus pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026