HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan ANG Pengganti LPG, Pemakaian Gas Rumah Tangga Diproyeksikan Bertahan hingga 25 Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BRIN Kembangkan ANG Pengganti LPG, Pemakaian Gas Rumah Tangga Diproyeksikan Bertahan hingga 25 Hari
Foto: Tangkapan layar - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan Energy Week 2026 di Jakarta, Selasa 22/9/2026 (sumber: Youtube BRIN)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga dengan target peluncuran pada 2027.

Teknologi ANG dikembangkan menggunakan Metal Organic Framework (MOF) yang disebut mampu meningkatkan efisiensi pemakaian energi dibandingkan gas konvensional.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi tersebut berpotensi menghasilkan efisiensi penggunaan energi hingga hampir dua kali lipat.

"Jadi akan ada efisiensi dua kali, hampir 1,5 sampai dua kali lipat, dan ini akan menjadi revolusi energi di Indonesia," ungkap Arif dalam kegiatan Energy Week 2026 di Jakarta.

Pemakaian ANG Diproyeksikan Bertahan hingga 25 Hari

Arif menggambarkan potensi efisiensi ANG dengan membandingkannya dengan penggunaan tabung gas konvensional berkapasitas tiga kilogram pada rumah tangga.

Menurut Arif, apabila satu rumah tangga biasanya menghabiskan satu tabung gas tiga kilogram dalam waktu sekitar 10 hari, teknologi ANG berpotensi memperpanjang masa pemakaian menjadi sekitar 20 hingga 25 hari.

Dengan perbandingan tersebut, ANG diproyeksikan memberikan masa penggunaan yang lebih panjang untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

BRIN menyebut pengembangan ANG sebagai terobosan ramah lingkungan yang dikerjakan melalui kolaborasi dengan pakar asal Kyoto, Prof Susumu Kitagawa.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan laboratorium kemitraan atau sister lab di Serpong, Tangerang Selatan.

BRIN menargetkan teknologi ANG dapat diluncurkan pada 2027 sebelum selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat.

"Mohon doanya moga-moga 2027 ini inovasi ini bisa kita launching, dan kemudian bisa disebarluaskan kepada masyarakat," ujar Arif.

Menurut Arif, pengembangan sumber energi gas baru tersebut merupakan bagian dari upaya BRIN menjalankan mandat untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

Upaya itu juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia di bidang energi agar dapat berkembang sejajar dengan negara-negara maju.

Arif menilai transformasi energi nasional membutuhkan inovasi yang kuat dan ekosistem kondusif yang menghubungkan laboratorium, perguruan tinggi, industri, pemerintah, hingga masyarakat.

Kolaborasi antarpihak diperlukan agar penelitian dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas.

Energi Terbarukan dan Hilirisasi Riset Jadi Prioritas

Selain mengembangkan ANG, BRIN menempatkan energi terbarukan sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan sektor energi nasional.

Indonesia dinilai mempunyai potensi besar dari berbagai sumber energi terbarukan dan energi bersih, mulai dari tenaga surya, panas bumi, angin, hingga bioenergi.

"Pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu prioritas penting, karena kita punya potensi sangat besar, energi surya, panas bumi, angin, bioenergi, serta berbagai sumber energi bersih lainnya," kata Arif.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut menyoroti pentingnya hilirisasi teknologi yang dikembangkan BRIN bersama peneliti dari perguruan tinggi.

Brian menilai hilirisasi teknologi menjadi jalan keluar yang paling masuk akal dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan sekaligus kemandirian energi Indonesia.

Menurut Brian, keberhasilan membangun kemandirian energi membutuhkan kombinasi riset yang kuat, sumber daya manusia atau talenta unggul, serta keterlibatan industri.

Keterlibatan industri diperlukan karena hasil penelitian dan pengembangan teknologi harus diterapkan dalam skala lebih luas agar memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat.

"Dengan riset yang kuat, talenta yang unggul, dan industri yang terlibat insya Allah Indonesia mampu membangun kemandirian energi, memperkuat industri nasional, dan melangkah menjadi negara maju," ungkap Brian.

Pengembangan ANG pada akhirnya diarahkan untuk menghadirkan alternatif energi rumah tangga yang lebih efisien sekaligus mendukung agenda kemandirian energi dan hilirisasi hasil riset nasional.

BRIN masih menargetkan peluncuran inovasi tersebut pada 2027 sebelum teknologi ANG dapat disebarluaskan untuk digunakan masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026