HOME  ⁄  Nasional

Belarus Dorong Indonesia Perluas Kerja Sama Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Belarus Dorong Indonesia Perluas Kerja Sama Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan
Foto: (Sumber :Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski dalam acara resepsi merayakan Hari Nasional Belarus, di Jakarta, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/Katriana).)

Pantau - Belarus mendorong penguatan kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski menyampaikan dorongan tersebut dalam resepsi perayaan Hari Nasional Belarus di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

"Belarus memandang Indonesia sebagai sahabat sejati dan mitra strategis di Asia Tenggara," ungkap Ramanouski.

Belarus Bidik Perdagangan dan Teknologi

Ramanouski menyoroti hubungan bilateral kedua negara yang semakin kuat setelah Presiden Belarus Alexander Lukashenko melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada Juli 2026 dan bertemu Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat memperkuat dialog politik serta kerja sama di sejumlah bidang prioritas, termasuk ekonomi dan perdagangan.

Ramanouski juga menyoroti penandatanganan Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) pada Desember 2025.

Belarus menjadi negara anggota EAEU pertama yang meratifikasi perjanjian tersebut pada 2026.

Belarus berharap perjanjian itu segera berlaku sehingga pelaku usaha kedua negara dapat memperoleh manfaat dari penurunan tarif dan hambatan nontarif.

Penguatan hubungan ekonomi juga ditandai kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Minsk pada Mei 2026 untuk memimpin bersama pertemuan ke-8 Komisi Bersama Perdagangan dan Ekonomi.

Forum Bisnis Indonesia-Belarus kemudian digelar pada Juni, sedangkan pameran nasional yang menampilkan produk-produk Belarus untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta pada Juli.

Menurut Ramanouski, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan besarnya minat dunia usaha dalam meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.

Belarus saat ini memasok pupuk dan susu skim ke Indonesia, sementara negara tersebut mengimpor produk industri, ikan, kakao, dan karet dari Indonesia.

Namun, Ramanouski mengatakan potensi perdagangan bilateral masih sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Belarus karena itu mengajak Indonesia mengeksplorasi kerja sama dalam sektor peralatan pertambangan dan pertanian, pengelolaan limbah, transportasi, energi, farmasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta AI.

Pariwisata dan Pendidikan Ikut Diperkuat

Selain perdagangan dan teknologi, Belarus melihat pariwisata sebagai salah satu sektor kerja sama yang menjanjikan bagi kedua negara.

Belarus menyambut keputusan Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kepada warga Belarus, sementara warga negara Indonesia juga dapat melakukan perjalanan ke Belarus tanpa visa.

Pemerintah Belarus turut mengundang masyarakat Indonesia berkunjung untuk menikmati kekayaan alam, arsitektur, dan kebudayaan negara tersebut.

Belarus juga mendorong biro perjalanan Indonesia menjalin kerja sama dengan mitra di Belarus untuk mengembangkan paket wisata bagi wisatawan Indonesia.

Di bidang pendidikan, Belarus membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di negara tersebut.

Ramanouski menilai pertukaran akademik dan kerja sama bisnis dapat meningkatkan saling pengertian sekaligus memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.

Belarus juga menyampaikan minat untuk meningkatkan keterlibatan dengan ASEAN, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan pendidikan.

"Mari kita memperkuat kemitraan, mendorong inisiatif baru, dan membuka cakrawala baru. Semoga persahabatan antara Belarus dan Indonesia berlangsung selamanya," ungkap Ramanouski.

Indonesia Harapkan Kerja Sama Makin Konkret

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi yang mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan selamat atas Hari Nasional Republik Belarus.

Arifah juga mengapresiasi ucapan belasungkawa dan solidaritas Belarus menyusul gempa bumi dahsyat di Pulau Flores pada Agustus 2026.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi tulus Indonesia kepada Presiden Lukashenko dan rakyat Belarus atas belasungkawa dan solidaritas mereka menyusul gempa bumi dahsyat di Pulau Flores bulan lalu," katanya.

Arifah berharap hubungan Indonesia dan Belarus semakin kuat dengan adanya Peta Jalan Indonesia-Belarus 2026-2030.

"Peta jalan Indonesia-Belarus 2026-2030 kini memberi kita arah yang jelas untuk babak selanjutnya dari kemitraan kita. Tugas kita adalah mengubah niat baik politik menjadi kerja sama praktis, kesepakatan menjadi implementasi, peluang menjadi kemakmuran bersama, dan hubungan antar pemerintah menjadi persahabatan abadi antara rakyat kita," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026