
Pantau - Bantuan kebutuhan sanitasi dan higienitas disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar di sejumlah lokasi pengungsian.
Bantuan dari PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) tersebut berupa popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa, masker, dan tisu basah.
Bantuan disalurkan melalui RSUD Manggarai dan Polres Manggarai untuk selanjutnya diteruskan kepada warga terdampak di Kecamatan Reok.
Produk sanitasi menjadi kebutuhan penting di tengah keterbatasan akses air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), terutama bagi bayi, perempuan, serta lanjut usia.
Produk Sanitasi Masih Mendesak
Perwakilan RSUD Manggarai, Zeni, mengatakan kebutuhan produk sanitasi harian masih mendesak bagi masyarakat yang bertahan di lokasi pengungsian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Kebutuhan produk sanitasi harian seperti popok dan pembalut sangat mendesak bagi para pengungsi di lapangan guna menjaga kesehatan dan kenyamanan warga di posko penampungan,” katanya dalam keterangan resmi Unicharm, Rabu (23/9/2026).
Presiden Direktur Unicharm Yasutaka Nishioka mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menjalani pemulihan setelah bencana.
“Kami menyampaikan empati yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di Flores, NTT. Sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan melalui slogan Ethical Living for SDGs, kami hadir untuk meringankan beban warga terdampak,” katanya.
Ia berharap bantuan sanitasi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya ibu, bayi, dan lansia selama masa pemulihan.
Gempa Flores Diikuti Ribuan Gempa Susulan
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 31 Agustus 2026, gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 diikuti lebih dari 10 ribu gempa susulan.
Sebanyak 35 gempa susulan tersebut tercatat memiliki magnitudo di atas 5,0.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 14 September 2026 mencatat lebih dari 140 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 ribu rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
BNPB juga mencatat lebih dari 2.000 fasilitas kesehatan dan sekolah terdampak gempa bumi Flores.
- Penulis :
- Aditya Yohan




