HOME  ⁄  Nasional

Populasi Motor Listrik Tembus 280 Ribu Unit, Kemenperin Sebut Regulasi Dorong Kendaraan Hijau

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Populasi Motor Listrik Tembus 280 Ribu Unit, Kemenperin Sebut Regulasi Dorong Kendaraan Hijau
Foto: Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika pada Kemenperin Setia Diarta mendampingi Komisi VII DPR RI saat kunjungan kerja di salah satu produsen motor listrik kawasan industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu 23/9/2026 (sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mencatat populasi sepeda motor listrik yang digunakan masyarakat di Indonesia telah mencapai 280.000 unit hingga Agustus 2026.

Capaian tersebut dinilai turut memperkuat pembentukan ekosistem kendaraan hijau nasional yang didukung kepastian regulasi pemerintah dari sektor hulu hingga hilir.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Setia Diarta mengatakan kepastian regulasi telah mendorong peningkatan populasi kendaraan hijau di Indonesia.

“Kepastian regulasi sukses menstimulus lonjakan populasi kendaraan hijau di mana angka penggunaan sepeda motor listrik tercatat telah menembus 280.000 unit hingga Agustus 2026,” kata Setia.

Regulasi Jadi Pedoman Industri dan Investor

Pemerintah telah menyusun regulasi yang mencakup berbagai aspek pengembangan industri kendaraan rendah emisi, mulai dari peta jalan manufaktur hingga pemberian insentif finansial.

Regulasi tersebut juga mencakup ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dalam skema Low Carbon Emission Vehicles atau Kendaraan Rendah Emisi Karbon.

Menurut Setia, kerangka regulasi untuk mendukung pengembangan kendaraan hijau saat ini telah lengkap dengan mengacu pada Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah.

Ia menilai implementasi regulasi tersebut juga telah berjalan dengan baik dan memberikan kepastian bagi pelaku industri maupun investor dalam mengembangkan bisnis kendaraan hijau di Indonesia.

“Dari sisi regulasi, semua sudah komplit. Saat ini kami mengacu Perpres (Peraturan Presiden) maupun PP (Peraturan Pemerintah) dan implementasinya berjalan sangat baik sekali di lapangan. Ini menjadi pedoman kokoh bagi para pelaku industri dan investor,” ungkapnya.

Kemenperin memproyeksikan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin signifikan seiring perubahan pola pikir masyarakat dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik.

Ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global disebut menjadi salah satu faktor yang membuat aspek efisiensi kendaraan listrik semakin mendapat perhatian dari berbagai kelompok konsumen.

Menurut Setia, dampak kepastian regulasi juga mulai terlihat pada perkembangan pangsa pasar kendaraan roda empat listrik.

Penetrasi pasar mobil listrik di Indonesia secara akumulatif telah mencapai 16,8 persen hingga Agustus 2026.

“Populasinya terpantau melaju pesat mengejar dominasi kendaraan berbasis fosil. Sementara untuk sektor roda dua, saat ini masih dalam fase mencari bentuk terbaik di pasar domestik,” kata Setia.

Program Molinas Dorong Adaptasi Motor Listrik

Kemenperin meyakini intervensi dan berbagai stimulus melalui Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dapat mempercepat proses adaptasi masyarakat terhadap penggunaan sepeda motor listrik.

Menurut Setia, dampak kebijakan tersebut mulai terlihat dari pertumbuhan volume penggunaan motor listrik yang relatif stabil.

Penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia tercatat terus meningkat sejak 2020 hingga kuartal ketiga 2026.

Peningkatan paling signifikan terjadi sepanjang 2023–2024 yang dikaitkan Kemenperin dengan dorongan program insentif pemerintah.

Dibandingkan capaian tahun sebelumnya, pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik pada 2026 juga disebut mengalami peningkatan signifikan.

Kemenperin memperkirakan populasi kendaraan listrik masih akan bertambah hingga akhir tahun seiring berjalannya 2026.

“Kemudian jika dibandingkan capaian tahun lalu, posisi pertumbuhan kita tahun ini sudah cukup naik signifikan dan angka ini dipastikan akan terus bertambah mengingat tahun 2026 masih berjalan,” ujar Setia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026