
Pantau - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menerima aspirasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) terkait kejelasan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET) gula, pupuk bersubsidi, dan stabilitas pasar guna mendukung keberlanjutan usaha petani tebu.
Aspirasi tersebut disampaikan Pengurus Pusat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTRI dalam audiensi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Cucun didampingi Anggota Komisi IV DPR RI Nasim Khan dan Rina Saadah serta Anggota Komisi VI DPR RI Jelani dalam pertemuan tersebut.
“Aspirasi ini luar biasa dan kami terima sepenuhnya. Melalui fungsi pengawasan DPR RI, kami akan segera menindaklanjuti hal ini,” ujar Cucun.
DPR Soroti HPP hingga Pengawasan Impor Gula
Cucun mengatakan tindak lanjut aspirasi petani akan dilakukan melalui agenda rapat kerja Komisi IV dan Komisi VI DPR RI, termasuk terkait pengawasan kebijakan impor gula.
“Besok dijadwalkan ada rapat kerja di Komisi IV dan Komisi VI yang juga mengagendakan Panja pengawasan impor gula. Sebagai pimpinan, saya juga akan mengoordinasikan lintas sektor antar-Kemenko dan Kementerian Pertanian, agar aspirasi petani segera terwujud,” katanya.
DPN APTRI menyampaikan empat persoalan utama, yakni kepastian regulasi HPP, kebijakan HET gula, ketersediaan pupuk bersubsidi, dan penguatan tata kelola pasar.
Petani meminta kepastian HPP untuk menjaga pendapatan serta mengharapkan kebijakan HET dapat menciptakan keseimbangan antara harga gula di pasar dan harga pembelian tebu di tingkat petani.
APTRI juga meminta jaminan ketersediaan dan ketepatan sasaran pupuk bersubsidi untuk menjaga produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.
Penguatan tata kelola pasar turut diminta agar pasokan gula dapat dikelola dengan lebih baik, terutama saat musim panen, sehingga harga tebu di tingkat petani tidak tertekan.
Kekeringan Tambah Beban Petani Tebu
Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan petani tebu juga menghadapi tantangan akibat tingkat kekeringan yang berdampak terhadap produktivitas, volume produksi, dan biaya operasional.
“Tingkat kekeringan ini menambah beban biaya kita, di samping produksi yang turun. Kebutuhan air ini memerlukan perjuangan. Insyaallah, lewat dukungan Bapak Wakil Ketua DPR RI serta Bapak dan Ibu dari Komisi IV dan Komisi VI dari Fraksi PKB, perjuangan kita berhasil dan memperoleh kejelasan,” ujar Soemitro.
Cucun menyatakan DPR RI akan memfasilitasi pembahasan lanjutan bersama kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas persoalan yang disampaikan petani tebu.
- Penulis :
- Aditya Yohan




