
Pantau - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi mengajak pelajar di wilayah Jakarta Utara tidak terlibat tawuran, unjuk rasa, maupun penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban.
"Terkait fenomena tawuran yang saat ini menjadi tren, diharapkan para siswa jangan ikut terlibat,” kata Adhe di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Adhe juga meminta sekolah dan guru mengawasi pelajar agar tidak mengikuti ajakan untuk terlibat dalam aksi unjuk rasa.
“Kami meminta sekolah melalui guru untuk melarang siswa ikut aksi unjuk rasa,” kata Adhe.
Polisi Minta Sekolah Tingkatkan Pengawasan
Menurut Adhe, terdapat sejumlah pihak yang mengajak pelajar mengikuti aksi unjuk rasa yang kemudian berujung anarkis sehingga kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami mengajak sekolah, para guru dan kepolisian bekerja sama mencegah siswa yang ikutan, karena saat ini ajakan oleh kelompok anarki sasarannya adalah siswa sekolah," kata dia.
Kepolisian juga mengingatkan pelajar agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna, kurir, maupun pengedar.
Adhe mengatakan kepolisian akan melakukan pemeriksaan urine terhadap siswa sebagai bagian dari langkah pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
“Ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” kata dia.
Pelajar dan Guru Diminta Manfaatkan Layanan 110
Adhe mengajak pelajar dan guru yang mengetahui tindak pidana atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menghubungi call center 110.
"Petugas siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menggelar Roadshow Jakarta Damai Pelajar Bersatu, Tawuran Berlalu di SMK Walang Jaya, Koja, Jakarta Utara.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Metro Jakarta Utara mengunjungi sejumlah sekolah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan mengenai pencegahan tawuran dan penyalahgunaan narkoba.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




