HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Kirim 20 Talenta Vokasi Indonesia Berlaga di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemendikdasmen Kirim 20 Talenta Vokasi Indonesia Berlaga di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Foto: Kontingen Indonesia turut hadir dalam kemeriahan pembukaan WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai World Expo Cultural Center, Tiongkok, Selasa 22/9/2026 (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan 20 kompetitor Indonesia dari kalangan murid dan alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk berlaga dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, China.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, delegasi Indonesia terdiri atas 20 kompetitor yang didampingi 17 eksper (expert) serta tim pendukung.

Para kompetitor Indonesia akan bersaing dalam 17 bidang keahlian pada pertandingan WorldSkills Competition 2026 yang berlangsung pada 23 hingga 26 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai.

Talenta Vokasi Indonesia Bersaing di 17 Bidang Keahlian

Tatang menilai kompetisi tingkat dunia tersebut menjadi kesempatan bagi talenta vokasi muda Indonesia untuk membuktikan keterampilan, daya juang, dan kreativitas mereka.

“Kesempatan ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa talenta vokasi muda Indonesia memiliki keterampilan, daya juang, dan kreativitas yang sejajar dengan standar dunia. Jangan minder, bertandinglah dengan percaya diri, fokus, disiplin, sportif, dan berikan yang terbaik,” ungkap Tatang.

Sebanyak 17 bidang keahlian yang diikuti Indonesia meliputi Mechatronics, Software Applications Development, Autobody Repair, Electronics, Web Technologies, dan Industrial Control.

Indonesia juga berlaga pada bidang Pâtisserie and Confectionery, Automobile Technology, Cooking, Restaurant Service, Refrigeration and Air Conditioning, serta IT Network Systems Administration.

Bidang lainnya yang diikuti adalah Industry 4.0, Heavy Vehicle Technology, 3D Digital Game Art, Rail Vehicle Technology, dan Robot Systems Integration.

Para kompetitor berasal dari berbagai latar belakang, antara lain murid dan alumni SMK, institusi pendidikan, serta mitra industri yang sebelumnya telah menjalani pembinaan dan pelatihan secara intensif.

Setelah mengikuti upacara pembukaan di Shanghai World Expo Cultural Center, para kompetitor Indonesia mempersiapkan diri menghadapi pertandingan di NECC Shanghai.

WSC 2026 Jadi Ajang Mengukur Standar Keterampilan Dunia

Tatang menekankan keikutsertaan Indonesia dalam WSC 2026 tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan memperoleh pengalaman internasional.

Ajang tersebut dapat dimanfaatkan untuk membandingkan standar keterampilan Indonesia dengan negara lain sekaligus memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.

“Kehadiran delegasi Indonesia di tengah ribuan talenta muda dunia mencerminkan semangat untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman internasional, dan memperkenalkan potensi keterampilan anak bangsa,” ungkap Tatang.

Ia berpesan agar seluruh delegasi menyerap pengalaman sebanyak mungkin selama mengikuti kompetisi dan membawa pengetahuan yang diperoleh kembali ke Indonesia.

Momentum WSC 2026 juga diharapkan dapat menginspirasi murid SMK dan generasi muda Indonesia untuk terus mengasah keterampilan serta berani bersaing di tingkat internasional.

Tatang menegaskan delegasi Indonesia tidak hanya diharapkan membawa pulang medali, tetapi juga pengalaman, teknologi, dan pemahaman mengenai standar keterampilan dunia.

“Jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, teknologi, dan standar dunia. Kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium, tetapi juga ketika pengalaman mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di tanah air. Dari Indonesia untuk dunia, talenta terampil siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung WSC Shanghai 2026,” ungkap Tatang.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026