
Pantau - Kepala Badan Karantina Indonesia (Kabarantin) Abdul Kadir Karding meminta jajaran karantina mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha tanpa mengurangi ketelitian pemeriksaan terhadap komoditas yang dilalulintaskan.
Percepatan pelayanan tersebut diarahkan untuk tetap menjaga fungsi karantina dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung aktivitas perekonomian daerah.
"Proses pelayanan karantina harus bisa lebih cepat, tetapi tetap sesuai prosedur. Kecepatan pelayanan tidak boleh mengurangi ketelitian dalam pemeriksaan dan fungsi pelindungan karantina," kata Abdul Kadir Karding di Pangkalpinang, Sabtu.
Menurut Abdul Kadir, kecepatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Namun, setiap proses pemeriksaan tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku agar fungsi utama karantina dalam melindungi sumber daya hayati tetap berjalan.
Kabarantin Dorong Digitalisasi Pelayanan
Kabarantin terus mendorong penguatan alur kerja untuk memangkas tahapan pelayanan yang dapat dibuat lebih efisien.
Peningkatan profesionalisme sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan.
"Kita terus mendorong penguatan alur kerja, profesionalisme sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk memangkas proses pelayanan yang dapat dibuat lebih efisien," ujar Abdul Kadir.
Digitalisasi pelayanan juga terus dikembangkan untuk menciptakan layanan karantina yang semakin terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pengguna jasa.
Bandara Depati Amir di Pulau Bangka menjadi salah satu titik strategis lalu lintas komoditas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang membutuhkan pelayanan cepat dengan pengawasan ketat.
Pengawasan tersebut diperlukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya berbagai hama serta penyakit yang dapat mengancam sumber daya hayati.
"Tingginya mobilitas melalui jalur udara membutuhkan pelayanan yang cepat sekaligus pengawasan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan," kata Abdul Kadir.
Karantina Babel Perkuat Layanan Terintegrasi
Kepala Balai Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Kepala Badan Karantina Indonesia dengan memperkuat layanan digital terintegrasi.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui E-Monev Sipukat Babel sebagai instrumen untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan karantina di Bangka Belitung.
"Kami siap meningkatkan kualitas pelayanan agar prosesnya semakin cepat dan efektif, namun tetap memastikan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur. Pelindungan sumber daya hayati tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan karantina," kata Herwintarti.
Balai Karantina Kepulauan Bangka Belitung memastikan percepatan pelayanan tidak akan menghilangkan tahapan pemeriksaan dan pengawasan yang diperlukan.
Penguatan pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari semangat menuju Quarantine 149 dengan mendorong layanan yang semakin cepat, tepat, profesional, dan terintegrasi.
Selain menjalankan fungsi pengawasan terhadap lalu lintas komoditas, Karantina Bangka Belitung berupaya memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM.
"Karantina Babel tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM yang melalulintaskan komoditas dari dan menuju Bangka Belitung," kata Herwintarti.
- Penulis :
- Arian Mesa




