
Pantau - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meneguhkan komitmen Polri untuk terus membangun kolaborasi dengan para ulama dalam menjaga keamanan, merawat persatuan, dan mendukung proses pembangunan Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Listyo Sigit dalam kegiatan “Ngaji Kebangsaan” bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu.
Kapolri mengatakan pembangunan membutuhkan ruang dan kondisi yang aman, sedangkan terciptanya keamanan memerlukan persatuan yang terus dijaga seluruh elemen bangsa.
Dalam upaya tersebut, Kapolri menilai ulama dan umara mempunyai peran berbeda tetapi dapat saling menguatkan.
“Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan. Ulama memberikan arah dan tuntutan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan,” kata Listyo Sigit.
Kapolri Sebut Ulama sebagai Kompas dan Polri Lentera
Menurut Kapolri, ulama dan umara mempunyai sejarah panjang kebersamaan dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat perjuangan tersebut kini diteruskan melalui tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa sekaligus menjaga Indonesia tetap aman, rukun, dan bersatu.
Kapolri menggambarkan ulama seperti kompas yang memberikan arah, nasihat, dan doa bagi bangsa.
Sementara itu, Polri digambarkan seperti lentera yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
“Keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak,” ujar Listyo Sigit.
Kapolri menekankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat.
Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Listyo Sigit mengatakan semangat kebersamaan semakin relevan di tengah berbagai tantangan global yang sedang terjadi.
Karena itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan.
Menurut dia, berbagai perbedaan di tengah masyarakat perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik.
“Perbedaan harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat dan negara,” ucap Listyo Sigit.
- Penulis :
- Arian Mesa




