HOME  ⁄  Nasional

Dedi Iskandar Sambut Peluncuran Dua Buku MPR sebagai Warisan Sejarah Ketatanegaraan Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dedi Iskandar Sambut Peluncuran Dua Buku MPR sebagai Warisan Sejarah Ketatanegaraan Indonesia
Foto: (Sumber :Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI, Dedi Iskandar Batubara, saat menghadiri peluncuran dua buku tentang Risalah dan Sejarah MPR di Gedung Merdeka, Bandung, Minggu (27/9/2026).)

Pantau - Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI Dedi Iskandar Batubara menyambut positif peluncuran dua buku MPR RI yang merekam perjalanan ketatanegaraan Indonesia, mulai dari sejarah kelembagaan MPR hingga risalah perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Peluncuran buku tentang risalah dan sejarah MPR tersebut berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026), dengan mengusung tema “Merawat Memori Konstitusi: Sejarah dan Risalah MPR dalam Meneguhkan Demokrasi Indonesia.”

Dedi berharap berbagai peristiwa dalam kehidupan bernegara di Indonesia terus didokumentasikan dalam bentuk tulisan sebagai sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.

“Sebab tulisan (kehidupan bernegara, red) menjadi warisan bagi anak dan cucu kita,” ujar Senator Dedi Iskandar seusai memimpin doa pada acara peluncuran dua buku tersebut.

Dedi Nilai Buku Jadi Warisan Perjalanan Bernegara

Senator asal Sumatera Utara tersebut mengatakan sebuah buku memuat berbagai catatan, temuan, dan rangkuman pemikiran yang dapat menjadi dokumentasi perjalanan bangsa.

“Saya kira sudah sangat wajar. Buku ini tematik soal konstitusi,” ujar Senator Dedi.

Menurut Dedi, buku tersebut dapat memberikan informasi lebih komprehensif kepada generasi saat ini mengenai perjalanan panjang Indonesia dalam membangun konstitusi.

“Ada perubahan-perubahan di konstitusi kita dan semua dijelaskan secara ilmiah, akademis. Hal ini menjadi penting karena ini sejarah,” tegas Senator Dedi Iskandar.

Dedi juga menyambut gagasan menjadikan penulisan buku tersebut sebagai risalah untuk mendokumentasikan perjalanan demokrasi Indonesia.

”Kita menjelaskan mengapa kita memilih demokrasi sebagai pilihan terbaik dalam merumuskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Senator Dedi Iskandar.

Gedung Merdeka Dipilih karena Nilai Sejarah

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan penerbitan kedua buku menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan mengenai proses panjang pembentukan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Muzani menyebut pemilihan Gedung Merdeka sebagai lokasi peluncuran memiliki nilai historis karena gedung tersebut menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada 1955 yang diikuti 29 negara Asia dan Afrika.

Gedung Merdeka juga memiliki kaitan dengan perjalanan konstitusional Indonesia karena pernah menjadi tempat pembahasan anggota Konstituante mengenai masa depan ketatanegaraan.

“Gedung ini menjadi saksi bagaimana dunia ditentukan pada masa depan oleh negara-negara Asia Afrika. Gedung ini juga menjadi saksi bagaimana anggota Konstituante merumuskan” masa depan ketatanegaraan Indonesia, kata Muzani dalam sambutannya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026