HOME  ⁄  Nasional

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Hujan Bali Mulai Akhir November 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Hujan Bali Mulai Akhir November 2026
Foto: (Sumber :Ilustrasi: Sejumlah wisatawan menikmati ombak saat cuaca cerah di Pantai Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (28/9/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.)

Pantau - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat musim hujan di Bali yang diprakirakan mulai akhir November 2026 dengan puncak musim hujan pada Februari 2027.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu mengatakan potensi curah hujan berintensitas lebih tinggi dari kondisi normal berkaitan dengan durasi musim hujan yang diprakirakan lebih pendek.

“Dengan prediksi durasi musim hujan yang lebih pendek dari normalnya, maka kondisi itu akan terakumulasi dan sangat berpotensi curah hujan dengan intensitas lebih tinggi,” ucapnya di Denpasar, Bali, Senin (28/9/2026).

Musim Hujan Bali Diprakirakan Lebih Pendek

Sebagian besar wilayah pesisir barat, utara, dan timur Bali diprakirakan mengalami musim hujan dengan durasi rata-rata 10-15 dasarian, dengan satu dasarian berlangsung selama 10 hari.

Wilayah Bali bagian timur hingga Nusa Penida diprakirakan mengalami musim hujan selama 10-12 dasarian.

Sementara itu, musim hujan di wilayah Bali bagian tengah diprakirakan berlangsung lebih panjang, yakni sekitar 16-18 dasarian.

“Jadi sebagian besar wilayah Bali itu panjang musim hujannya nanti berlangsung hingga April 2026,” imbuhnya.

BMKG menyebut pendeknya durasi musim hujan tersebut diprakirakan dipengaruhi fenomena El Nino yang dapat membawa kondisi kering lebih panjang di Indonesia.

Seluruh Zona Musim Bali Alami Kemunduran

Stasiun Klimatologi Bali memprakirakan awal musim hujan pada akhir November 2026 terjadi di tiga Zona Musim (ZOM) atau sekitar 15 persen wilayah, meliputi Kecamatan Banjar, Sukasada, Baturiti, Pupuan, Petang, dan Payangan.

Sementara itu, sebanyak 17 ZOM atau sekitar 85 persen wilayah Bali diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Trayi mengatakan seluruh 20 ZOM di Bali mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal.

“Sebanyak 70 persen (ZOM) itu mundur tiga dasarian atau lebih, bahkan ada yang mundur enam hingga tujuh dasarian,” imbuhnya.

Puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Februari di 16 ZOM di Bali sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026