
Pantau - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah isu mengenai adanya aliran dana hasil korupsi dalam pelaksanaan Muktamar NU dan menyebut kabar tersebut sebagai hoaks.
“Saya pastikan hoaks. Jadi, itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks, itu kabar palsu, itu kabar tidak benar,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Menurut Gus Ipul, isu mengenai aliran uang haram dalam pelaksanaan Muktamar NU telah merugikan nama baik para tokoh dan ulama serta reputasi organisasi.
Ia mengatakan seluruh tahapan Muktamar NU berlangsung secara lancar, transparan, dan terbuka dengan mengikuti mekanisme serta kesepakatan peserta.
PBNU Laporkan Media ke Dewan Pers
Menindaklanjuti pemberitaan mengenai isu tersebut, PBNU telah melaporkan salah satu media kepada Dewan Pers.
Laporan itu berkaitan dengan program podcast Madilog edisi 12 September dan 22 September yang membahas dugaan aliran dana tersebut.
Menurut Gus Ipul, media tersebut menghadirkan narasumber yang dinilai tidak kredibel serta tidak melakukan konfirmasi dan klarifikasi atas informasi yang disampaikan.
Selain mengajukan laporan kepada Dewan Pers, PBNU berencana melayangkan somasi terkait penyebaran tuduhan tersebut.
PBNU juga mempertimbangkan mengadukan pihak-pihak yang dinilai menyebarkan tuduhan fitnah tanpa bukti kepada aparat kepolisian.
“Pernyataan-pernyataan yang bernuansa fitnah saya mohon untuk dihentikan, tapi kalau diterus-teruskan kami juga akan mengambil langkah-langkah tegas, langkah-langkah hukum sesuai dengan semua ketentuan yang ada,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul Bantah Intervensi Istana
Gus Ipul mengimbau setiap pihak bertanggung jawab terhadap informasi maupun opini yang disampaikan di ruang publik, terutama melalui media sosial.
Ia juga membantah adanya intervensi dari pihak Istana Presiden dalam penyelenggaraan agenda Muktamar NU.
“Tidak ada yang namanya intervensi Istana itu tidak ada sama sekali,” kata Gus Ipul.
Selain menjabat Sekjen PBNU, Gus Ipul saat ini juga menjabat Menteri Sosial dalam Kabinet Merah Putih.
- Penulis :
- Arian Mesa




