
Pantau - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melepas Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) setelah pasukan tersebut menyelesaikan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Pelepasan dilakukan Sjafrie dari atas kapal LST-03 Kunisaki milik Jepang yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu, 30 September 2026.
“Hari ini saya hadir di geladak kapal ini untuk melepas langsung misi bantuan pemadaman karhutla dari JSDF yang dalam beberapa hari ke depan akan kembali ke negara asal mereka,” kata Sjafrie.
Misi JSDF merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Jepang kepada Indonesia dalam menangani karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat.
Jepang Kerahkan Tiga Helikopter Chinook
Dalam misi tersebut, Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dari udara.
Ketiga helikopter tersebut sebelumnya tiba di Kalimantan Barat pada 10 September 2026 setelah dibawa dari Jepang menuju Indonesia menggunakan kapal JS Kunisaki.
Operasi pemadaman dari udara yang dilakukan selama misi membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas ke wilayah yang lebih besar.
Jepang secara resmi mengakhiri misi bantuan penanganan karhutla di Kalimantan Barat pada Selasa, 29 September 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang atas dukungan selama berlangsungnya misi penanganan karhutla.
Misi Pertama JSDF di Luar Jepang
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi turut menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Indonesia selama pelaksanaan misi bantuan tersebut.
Menurut Ueno, misi pemadaman karhutla di Indonesia memiliki arti khusus karena menjadi pengalaman pertama JSDF menjalankan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di luar wilayah Jepang.
“Ke depan kita akan meningkatkan kerja sama serupa untuk Indonesia, baik di bidang bencana maupun kerja sama pertahanan,” kata Ueno.
Misi tersebut sekaligus menjadi bentuk kerja sama Indonesia dan Jepang dalam penanganan bencana, terutama saat Indonesia membutuhkan dukungan operasi pemadaman dari udara untuk menghadapi karhutla.
Berakhirnya misi JSDF menandai selesainya dukungan langsung Jepang dalam operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.
Setelah misi Jepang berakhir, penanganan sisa kebakaran di Kalimantan Barat dilanjutkan oleh unsur Satgas Nasional bersama pemerintah daerah dan para relawan.
- Penulis :
- Shila Glorya




