HOME  ⁄  Nasional

Pembangunan 360 Huntap Korban Bencana di Agam Dimulai, Tahap Awal di BBI Gumarang Capai 15 Persen

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pembangunan 360 Huntap Korban Bencana di Agam Dimulai, Tahap Awal di BBI Gumarang Capai 15 Persen
Foto: Alat berat sedang berada di lokasi pembangunan huntap di BBI Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam (sumber: ANTARA/Yusrizal)

Pantau - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan pembangunan 360 hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana mulai dilaksanakan di dua lokasi.

Pembangunan huntap tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kepala Dinas Perkim Agam Rinaldi mengatakan pembangunan tahap awal telah dimulai di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.

"Pembangunan huntap sudah mulai di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan dan sudah dikontrak hingga akhir Desember 2026," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Kamis.

Sebanyak 80 Huntap Dibangun di BBI Gumarang

Sebanyak 80 unit huntap direncanakan dibangun di kawasan BBI Gumarang di atas lahan seluas sekitar 1,1 hektare.

Tahapan pekerjaan yang telah dilakukan meliputi pembersihan lokasi, pematangan lahan, serta pembuatan pondasi bangunan.

Pembangunan hunian tetap tersebut akan menggunakan bata sepablock melalui kerja sama dengan PT Semen Padang.

PT Dame Uli Jadiaman Indah menjadi kontraktor yang mengerjakan pembangunan huntap di lokasi tersebut.

Progres pembangunan huntap di BBI Gumarang telah mencapai sekitar 15 persen.

"Pembangunan dengan kontraktor PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan progres pembangunan huntap sudah mencapai 15 persen," kata dia.

Pemkab Agam berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan ketentuan dalam kontrak kerja.

Huntap di BBI Gumarang diperuntukkan bagi masyarakat korban banjir bandang dari Nagari Tigo Koto Silungkang dan Nagari Salareh Aia Timur.

Hunian tersebut terutama diperuntukkan bagi korban banjir bandang yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Sebanyak 280 Huntap Disiapkan di Lubuk Basung

Selain BBI Gumarang, pemerintah menyiapkan lokasi pembangunan huntap kedua di lahan bekas PT Inang Sari, Lubuk Basung.

Lahan seluas sekitar 10 hektare tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan 280 unit huntap.

Kontrak pembangunan di lahan bekas PT Inang Sari telah diselesaikan dengan PT Abadi Saka sebagai pemenang pekerjaan.

Masa pekerjaan berlangsung mulai September hingga akhir Desember 2026.

Pembangunan di lokasi tersebut masih berada dalam tahap penyiapan lahan.

Pemkab Agam berharap pembangunan fisik dapat segera dimulai agar penyelesaiannya sesuai target.

"Mohon doa agar pembangunan huntap sesuai dengan rencana yang kita tetapkan," katanya.

Tenaga Kerja dan Material Disiapkan untuk Percepat Pembangunan

Dinas Perkim Agam menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat pembangunan mengingat masa pengerjaan berlangsung hingga akhir tahun.

Salah satu aspek yang diantisipasi adalah kebutuhan tenaga kerja sehingga kontraktor dinilai perlu menambah jumlah pekerja.

Kesiapan material yang dibutuhkan di lapangan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.

Percepatan terutama diperlukan untuk pembangunan 280 huntap di lahan bekas PT Inang Sari.

Dinas Perkim Agam terus berkoordinasi dengan masyarakat dan tokoh adat di sekitar lokasi agar kontraktor dapat segera memulai pekerjaan.

Koordinasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat nagari, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Agam.

"Ini bakal kita lakukan dan mudah-mudahan pembangunan huntap di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung bisa dilakukan dalam waktu dekat," ujar dia.

Secara keseluruhan, dua lokasi tersebut akan menyediakan 360 unit huntap yang terdiri atas 80 unit di BBI Gumarang dan 280 unit di lahan bekas PT Inang Sari.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026