
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan 3.000 paket sembako dan 411 paket pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 1 Oktober 2026.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Rudy Sufahriadi mengatakan tim yang diterjunkan juga melibatkan tenaga kesehatan dan psikolog untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Jadi, teman-teman yang hadir di sini ada dari tim kesehatan, ada yang membawa psikolog untuk trauma healing-nya anak-anak SD, anak-anak TK, ada yang bawa bantuan buat masyarakat,” kata Rudy dalam acara penyerahan bantuan di Nagekeo.
“Tiga kegiatan ini kita lakukan bersama di sini, guna menyemangati, mendukung bapak dan ibu sekalian agar tetap semangat,” ujar dia menambahkan.
Ratusan Anak Dapat Bantuan Pemulihan Trauma
Kementerian ESDM menyerahkan sebanyak 411 paket trauma healing yang terdiri atas 366 paket untuk siswa sekolah dasar dan 45 paket untuk siswa taman kanak-kanak di SDK Yohanes Paulus II, Nagekeo.
Selain bantuan untuk anak-anak, Kementerian ESDM menyerahkan toren air, genset, dan terpal di Hotel Sasandy.
Sebanyak 3.000 paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat melalui kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Nagekeo.
“Untuk itu, saya berharap dan mohon tetap kuat, tetap semangat, dan tetap bangkit. Semoga kita semua bisa melalui ini,” ujar dia.
ESDM Pantau Kebutuhan Listrik dan BBM
Rudy mengatakan tim Kementerian ESDM turut berkeliling untuk menyerap aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan prioritas setelah bencana.
Kebutuhan yang dipantau antara lain ketersediaan pasokan energi listrik hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Kami tidak mungkin meninggalkan masyarakat Nagekeo di sini. Kita akan terus pantau dan kita akan terus bantu kepentingan-kepentingan yang ada di sini,” kata Rudy.
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengapresiasi kegiatan bakti sosial Kementerian ESDM bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores pada pertengahan Agustus 2026.
“Tentunya dengan kehadiran ini menguatkan kami, menyadarkan kami bahwa ketika kami tertimpa bencana, ada orang lain yang ikut serta mengalami untuk meringankan beban kami degan segala macam cara yang mereka hadirkan di Kabupaten Nagekeo,” kata Simplisius.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




