HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPD RI Dorong ICF 2026 Kenalkan Cerutu Lokal Indonesia kepada Wisatawan Mancanegara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anggota DPD RI Dorong ICF 2026 Kenalkan Cerutu Lokal Indonesia kepada Wisatawan Mancanegara
Foto: (Sumber :Anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna saat meninjau festival bagi industri cerutu lokal ICF 2026 di Badung, Bali, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.)

Pantau - Anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mendorong Indonesia Cigar Festival (ICF) 2026 menjadi momentum untuk mengenalkan produk cerutu lokal kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

"Tahun lalu Bali menerima 16 juta turis, tujuh juta turis asing, dan kurang lebih sembilan juta turis domestik yang di mana ini adalah pangsa pasar yang sangat besar, terutama turis-turis yang memang selama ini memiliki kultur di dalam menikmati cerutu," ujar Arya Wedakarna di Kabupaten Badung, Kamis.

Senator asal Bali yang akrab disapa AWK itu menilai besarnya jumlah wisatawan dapat menjadi peluang pasar bagi industri cerutu lokal Indonesia.

AWK juga menyebut terdapat tren dalam tiga tahun terakhir berupa meningkatnya ketertarikan wisatawan terhadap cerutu sebagai bagian dari gaya hidup.

"Kalau kita isap cerutu itu sebenarnya lebih sehat, dia tidak pakai filter dan langsung dari daun tembakau kering tanpa zat-zat racun, bahkan jauh lebih aman dibandingkan rokok maupun yang elektrik," ujar Arya Wedakarna.

Pernyataan mengenai tingkat keamanan cerutu tersebut merupakan klaim Arya Wedakarna, sementara penggunaan produk tembakau tetap memiliki risiko kesehatan.

ICF 2026 Bidik Pasar Internasional

Arya Wedakarna mengajak masyarakat dan wisatawan mancanegara untuk mengutamakan produk cerutu buatan Indonesia dibandingkan produk impor.

"Mudah-mudahan dibanding kita impor dari Kuba, impor dari Amerika Utara atau Selatan, lebih baik kita manfaatkan tembakau dan produk Indonesia, kan begitu, karena produk Indonesia juga tidak kalah," kata dia.

Ketua Panitia ICF 2026 sekaligus Ketua Bali Promotion Board Opa Ewin mengatakan festival tersebut difokuskan untuk memperkuat jejaring bisnis dan membuka peluang ekspor ke pasar global.

"ICF 2026 digelar pada 1–3 Oktober 2026 di Atrium Bali Collection, Nusa Dua, untuk mempertemukan industri cerutu, jejaring bisnis, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi yang membuka peluang menuju pasar internasional," kata Opa Ewin.

Menurut catatan asosiasi yang disampaikan penyelenggara, Indonesia menempati posisi strategis sebagai salah satu negara pengekspor tembakau dengan kontribusi cukai terhadap penerimaan negara.

"Hasil cukai daripada pendapatan negara itu sudah lebih dari Rp100 sampai Rp224 triliun dan itu lumayan buat pendapatan negara ya," ucapnya.

UMKM Cerutu Lokal Ikut Unjuk Produk

Opa Ewin mengatakan ICF 2026 tidak hanya menampilkan produk kelas atas, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM lokal agar produk cerutu tersedia dalam berbagai rentang harga.

Pelaku pembuat cerutu dari sejumlah daerah di Indonesia turut hadir untuk memperlihatkan produk serta proses pembuatan yang masih dilakukan secara tradisional.

"Bisa cek di sini UMKM dari cerutu yang harganya di bawah Rp50.000 juga ada untuk mengubah pemikiran orang bahwa cerutu itu tidak selalu mahal dan eksklusif," tuturnya.

Festival tersebut juga menghadirkan forum bisnis dan delegasi dari sejumlah negara untuk membuka jejaring pasar bagi pelaku industri.

"Ekspor terbesar kita sekarang ke China dan Rusia, serta dengan adanya kolaborasi bersama InterTabac Jerman dan kunjungan delegasi ASEAN, kita ingin menunjukkan bahwa produk UMKM lokal kita memiliki daya saing tinggi di kancah dunia," kata Opa Ewin.

Penyelenggara berharap ICF 2026 dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas sekaligus memperkuat peran Bali sebagai salah satu pintu bagi pemasaran produk tembakau Indonesia ke pasar internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026