HOME  ⁄  Nasional

Karhutla 10 Hektare di Muara Enim Belum Padam, Manggala Agni Berjibaku Selama 16 Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Karhutla 10 Hektare di Muara Enim Belum Padam, Manggala Agni Berjibaku Selama 16 Hari
Foto: Tim Manggala Agni memadamkan karhutla di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu 3/10/2026 (sumber: Manggala Agni)

Pantau - Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 10 hektare di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, setelah operasi berlangsung selama 16 hari.

Kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung sejak Jumat, 18 September, dan membuat personel harus menembus pekatnya asap serta menghadapi medan yang berat.

Kepala Daops Sumatera XVI Lahat, Athur Daniel Sinaga, mengatakan puluhan personel terus dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran di dalam kawasan hutan tersebut.

"Total luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektare," ungkap Athur.

Operasi pemadaman yang berlangsung dalam waktu panjang juga menuntut kondisi fisik dan mental personel tetap prima.

"Operasi panjang ini menuntut fisik dan mental yang prima," katanya.

Tim Gabungan Putus Pergerakan Api di Lahan Gambut

Manggala Agni menerapkan prinsip gerakan cepat, terukur, dan terarah dengan menyusun strategi taktis untuk memutus mata rantai api yang terus merembet.

Pemadaman menjadi lebih menantang karena kebakaran terjadi pada lahan gambut dan kawasan semak belukar.

Setiap langkah dalam operasi diperhitungkan untuk memastikan pemadaman berlangsung efektif sekaligus menjaga keselamatan personel.

Puluhan personel diterjunkan dengan membawa perlengkapan berupa mesin pompa, selang panjang, serta berbagai peralatan manual.

Operasi tersebut melibatkan sinergi Manggala Agni bersama TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SAA, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Tim gabungan bekerja dari pagi hingga sore untuk melakukan penyekatan terhadap pergerakan api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Sejumlah kendala turut dihadapi selama proses pemadaman, terutama medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air.

Meski menghadapi kendala tersebut, kerja sama antarpihak membuat upaya melokalisasi kebakaran tetap dilakukan secara maksimal hingga sejumlah titik api sedikit demi sedikit berhasil dikuasai.

Pendinginan Mendalam Dilakukan Cegah Api Kembali Muncul

Meski sejumlah titik api mulai dapat dikuasai, operasi pemadaman belum dinyatakan selesai.

Personel masih harus memastikan tidak terdapat api maupun bara di dalam tanah yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Tim melakukan pendinginan mendalam untuk memastikan bara api pada lahan gambut benar-benar padam.

"Namun perjuangan kami belum usai. Tim harus memastikan api benar-benar padam dengan cara melakukan pendinginan mendalam supaya benar-benar padam," ungkap Athur.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026