
Pantau - Pakar komunikasi dan terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil menilai penanganan terorisme merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin dan melindungi keamanan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Khairil menanggapi penangkapan tiga orang yang diduga terkait jaringan terorisme di Sulawesi Tengah.
"Sebelum pemahaman yang mengarah pada kekerasan berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum, perlu dilakukan upaya pencegahan. Sementara mereka yang telah terpengaruh perlu mendapatkan pendampingan dan pembinaan," kata Khairil di Palu, Minggu (4/10/2026).
Menurut dia, penanganan tindak pidana terorisme perlu dilakukan aparat secara terukur, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penegakan hukum secara tepat waktu dinilai penting untuk mencegah potensi kekerasan yang dapat membahayakan masyarakat sekaligus mengganggu stabilitas daerah yang masih membangun suasana damai pascakonflik Poso.
Pencegahan Terorisme Perlu Diperkuat di Ruang Digital
Khairil menilai terungkapnya pola penyamaran dalam jangka panjang di tengah masyarakat dan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan materi bermuatan kekerasan menunjukkan tantangan keamanan turut berkembang di ruang digital.
"Namun penegakan hukum saja tidak cukup. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat karena penyebaran pemahaman yang mengarah pada kekerasan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda," ujarnya.
Menurut dia, perhatian perlu diberikan kepada anak dan pelajar agar tidak mudah terpengaruh materi digital yang mengandung ajakan kekerasan maupun intoleransi.
Aparat juga perlu mendalami jaringan terkait, termasuk pihak yang berperan dalam pendanaan, perekrutan, penyebaran materi, maupun pemberian pemahaman yang bertentangan dengan kehidupan damai dan hukum.
"Penanganan terhadap akun, saluran, atau grup yang digunakan untuk menyebarkan materi bermuatan kekerasan juga perlu dilakukan sesuai mekanisme hukum dan ketentuan perundang-undangan di Indonesia," kata Khairil yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad.
Literasi Digital Generasi Muda Perlu Diperkuat
Khairil menilai pemantauan dan pencegahan juga perlu diperkuat di wilayah yang memiliki riwayat kerawanan keamanan, termasuk Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan kawasan perbatasan.
Upaya tersebut perlu mengedepankan koordinasi antarinstansi dan aparat penegak hukum dengan tetap menghormati hak serta privasi masyarakat.
"Generasi muda perlu dibekali kemampuan memilah informasi, mengenali materi yang bersifat manipulatif, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat memicu intoleransi, termasuk memperkuat pendidikan dengan pendekatan agama yang mengedepankan nilai kedamaian dan wawasan kebangsaan," ujarnya.
Khairil mengatakan penegakan hukum diperlukan untuk menangani ancaman yang telah muncul, sedangkan pencegahan dan edukasi dibutuhkan untuk mengurangi potensi berkembangnya pemahaman yang dapat mendorong tindakan terorisme.
"Penanganan terorisme bukan hanya tugas aparat. Ini merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, tokoh agama, lingkungan pendidikan, keluarga dan masyarakat," kata Khairil.
- Penulis :
- Gerry Eka




