HOME  ⁄  Nasional

Yusril Belum Terima Laporan Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok, Penertiban Lapas Akan Dikoordinasikan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Yusril Belum Terima Laporan Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok, Penertiban Lapas Akan Dikoordinasikan
Foto: Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 5/10/2026 (sumber: ANTARA/Agatha Olivia Victori)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan belum menerima laporan mengenai dugaan pesta narkotika jenis sabu yang melibatkan oknum pegawai dan warga binaan pemasyarakatan di Rutan Depok.

Yusril mengatakan persoalan tersebut juga belum sepenuhnya jelas karena dirinya belum memperoleh laporan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Belum clear masalah itu dan saya juga belum mendapat laporan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” kata Yusril.

Meski belum menerima laporan terkait kasus Rutan Depok, Yusril mengaku memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan akhir-akhir ini.

Perhatian tersebut semakin meningkat setelah adanya temuan Ombudsman RI di Lapas Cibinong beberapa waktu sebelumnya.

Yusril Siapkan Koordinasi Lintas Lembaga

Yusril berencana mengadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepolisian, serta Ombudsman RI dalam waktu dekat.

Rapat koordinasi tersebut akan membahas berbagai langkah untuk melakukan penertiban lembaga pemasyarakatan di Indonesia secara lebih sistematis.

Upaya pembenahan juga dilakukan di tengah pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pengunduran diri Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan pengganti Direktur Jenderal Pemasyarakatan tersebut.

Yusril berharap penyegaran pada sejumlah posisi dapat menghasilkan kerja sama yang lebih baik dalam menangani berbagai persoalan di lapas dan rutan.

Kerja sama terutama diharapkan semakin kuat antara pemerintah dengan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan BNN dinilai penting karena menurut Yusril mayoritas narapidana di lembaga pemasyarakatan tersandung perkara narkoba.

Pegawai Dilaporkan ke Polisi, Warga Binaan Dipindahkan

Sebelumnya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai yang diduga terlibat pesta sabu bersama warga binaan di Rutan Depok.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno mengatakan pemeriksaan terhadap dugaan keterlibatan pegawai tersebut masih berlangsung.

Pihak Rutan Depok juga telah membuat laporan polisi terkait oknum pegawai yang diduga terlibat.

“Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan (Kepala Rutan) sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti,” kata Yudi.

Laporan polisi tersebut sedang ditindaklanjuti pihak berwenang, sementara proses pemeriksaan internal masih berjalan.

Selain terhadap oknum pegawai, Ditjenpas Jawa Barat mengambil tindakan terhadap warga binaan yang diduga terlibat dalam pesta narkotika tersebut.

Warga binaan yang diduga terlibat telah dipindahkan dari Rutan Depok ke lembaga pemasyarakatan lain.

“Untuk warga binaannya sudah digeser ke lapas lain,” ungkap Yudi.

Penanganan kasus tersebut berjalan melalui pemeriksaan terhadap pegawai, proses laporan kepolisian, dan pemindahan warga binaan yang diduga terlibat, sementara Yusril masih menunggu laporan resmi serta menyiapkan koordinasi lintas lembaga untuk pembenahan lapas dan rutan secara lebih sistematis.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026