
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut koordinasi antara petugas pemadam kebakaran dan masyarakat berhasil mencegah 34 kasus kebakaran di Jakarta sepanjang September 2026.
“Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada, kalau enggak salah, 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita cegah,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (6/10).
Pramono mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari laporan cepat masyarakat kepada petugas pemadam kebakaran serta upaya pencegahan secara gotong royong.
Warga dan Damkar Perkuat Pencegahan Kebakaran
“Karena apa? Begitu di awal, masyarakat sudah memberitahu kepada dinas kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat, seperti yang saya sebutkan, yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” tutur Pramono.
Pramono menilai penanggulangan bencana, khususnya kebakaran, di Jakarta telah berjalan dengan baik seiring penerapan program satu RT satu alat pemadam api ringan (APAR).
Program penyediaan APAR tersebut dinilai membantu masyarakat melakukan penanganan awal ketika muncul potensi kebakaran.
“Bahkan kegiatan APAR yang dimiliki per RW kan sudah jalan di Jakarta, walaupun saya harus melakukan pengecekan lagi apakah alatnya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ungkap Pramono.
Ratusan Kebakaran Terjadi pada Juli-Agustus
Pramono sebelumnya mengungkapkan terdapat 457 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
“Berdasarkan hasil laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pada bulan Juli sampai dengan Agustus, di Jakarta terjadi kebakaran 457 kejadian kebakaran, dengan kejadian terakhir di bulan Agustus ini kurang lebih 240,” ungkap Pramono saat menjadi pembina Apel Jaga Jakarta dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di Monas.
Pramono menyebut korsleting listrik sebagai dugaan penyebab paling dominan dari berbagai kejadian kebakaran tersebut.
Penyebab lainnya antara lain pembakaran sampah serta keteledoran warga saat membuang puntung rokok.
Kondisi musim kemarau dan cuaca yang semakin panas juga dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran serta kekeringan di Jakarta.
Pramono pun meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana selama musim kemarau.
- Penulis :
- Aditya Yohan




