
Pantau - Lebih dari 1.000 orang terluka dalam aksi protes besar-besaran siswa sekolah menengah atas (SMA) di Prancis yang berlangsung sejak pertengahan September 2026 dan dalam sejumlah kasus berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Laporan surat kabar Le Figaro pada Senin (5/10) menyebut korban luka terdiri atas 715 anggota kepolisian dan angkatan bersenjata Prancis (gendarmes), 215 siswa, serta 85 staf lembaga pendidikan.
Aksi tersebut digelar para siswa untuk memprotes jadwal pelajaran yang dinilai terlalu padat, kekurangan guru, serta berbagai persoalan pendidikan lainnya di Prancis.
Bentrokan Pecah di Tengah Aksi Siswa
Mobilisasi siswa SMA berlangsung secara nasional, termasuk di Nancy, tempat para siswa bentrok dengan aparat keamanan pada Jumat (2/10).
Dalam beberapa aksi, demonstrasi berkembang menjadi kerusuhan di tengah tuntutan siswa terhadap kondisi sekolah dan sumber daya pendidikan yang lebih memadai.
Aksi protes yang terus berlangsung juga menyebabkan ribuan orang diamankan oleh otoritas Prancis.
Lebih dari 6.000 Orang Ditangkap
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sebanyak 6.059 orang ditangkap sejak rangkaian unjuk rasa berlangsung.
Saluran BFMTV melaporkan bahwa sepanjang Senin (5/10) saja, sebanyak 964 orang diamankan oleh otoritas setempat.
Kementerian Dalam Negeri Prancis juga menyatakan proses pengadilan telah dimulai terhadap 1.802 orang yang diamankan.
Dari jumlah orang yang mulai menjalani proses pengadilan tersebut, sebanyak 1.483 di antaranya merupakan anak di bawah umur.
- Penulis :
- Aditya Yohan




