
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pemanfaatan kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia untuk memperkuat industri fesyen dan kriya nasional agar menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi desain, kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses pasar.
“Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus mendorong potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional,” ujar Reni dalam pernyataannya dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/10).
Ekspor Industri Kerajinan Naik 28,59 Persen
Dukungan Kemenperin salah satunya diwujudkan melalui partisipasi dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Reni mengatakan pameran menjadi bagian dari pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) karena memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk berinteraksi dengan konsumen, mendapatkan respons pasar, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.
“Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya, memperluas jejaring usaha, sekaligus memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dihasilkan,” ungkapnya.
Kinerja ekspor industri kerajinan pada triwulan II 2026 mencapai 223,1 juta dolar AS atau meningkat 28,59 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 173,50 juta dolar AS.
Data Trade Map periode Januari-Juni 2026 menunjukkan Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan pangsa sekitar 28 persen, diikuti Taiwan, China, Jepang, dan Belanda.
Delapan IKM Catat Transaksi Rp313 Juta
Ditjen IKMA memfasilitasi delapan IKM binaan dalam Kriyanusa 2026 yang menampilkan produk fesyen, aksesori, kerajinan tangan, tenun, dan berbagai produk kriya lainnya.
Delapan IKM tersebut membukukan total transaksi sebesar Rp313 juta selama lima hari penyelenggaraan pameran.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk IKM kerajinan nasional memiliki daya tarik dan peluang pasar yang kuat. Karena itu, kami mendorong pelaku IKM tidak hanya mempertahankan kekuatan pada nilai budaya dan keterampilan perajin, tetapi juga terus meningkatkan desain, kualitas, inovasi, serta kemasan agar mampu menjawab kebutuhan dan perubahan tren pasar,” tutur Reni.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan mengatakan pengembangan produk harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan perubahan preferensi konsumen.
“Konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi produk, tetapi juga memperhatikan desain, estetika, inovasi, dan kemasan yang ramah lingkungan. Karena itu, perajin harus terus kreatif dan mampu membaca tren pasar,” ujar dia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




