
Pantau - Universitas Pertahanan (Unhan) mengerahkan 1.500 kadet mahasiswa untuk melatih kedisiplinan sekaligus membantu pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia selama dua pekan.
Program pembinaan tersebut mulai dilaksanakan secara serentak pada pekan ini dengan para kadet dijadwalkan berangkat menuju lokasi penugasan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Rektor Unhan Anton Nugroho mengatakan persiapan pelaksanaan program telah disosialisasikan kepada kepala sekolah Sekolah Rakyat hingga jajaran pertahanan dan TNI di daerah.
"Kami sudah sosialisasikan ke jajaran kepala sekolah Sekolah Rakyat maupun ke jajaran Mabes Kemhan, Mabes TNI, sama jajaran satuan teritorial di wilayah, untuk pelaksanaannya nanti," kata Rektor Unhan Anton Nugroho dalam konferensi pers selepas pertemuan terbatas dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa.
Kadet Dampingi Siswa dari Bangun hingga Tidur
Sebanyak 1.500 kadet Unhan mendapatkan penugasan untuk membina pola hidup disiplin siswa Sekolah Rakyat selama dua pekan penuh.
Para kadet akan mendampingi aktivitas harian siswa sejak bangun tidur hingga kembali tidur.
Materi pembinaan mencakup latihan baris-berbaris sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan siswa.
Siswa juga akan mengikuti olahraga pagi, etika makan bersama atau table manner, kegiatan kerohanian, pembinaan etika sosial, pola komunikasi, serta kepanduan.
Program tersebut menyasar siswa Sekolah Rakyat mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pembinaan tidak hanya berfokus pada pelatihan fisik dan mental, tetapi juga mencakup pengayaan akademik.
Para kadet Unhan yang berasal dari berbagai program studi akan memberikan materi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, termasuk matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Unhan berharap kebiasaan yang ditanamkan selama dua pekan dapat terus diterapkan siswa setelah program pendampingan berakhir.
"Harapan kami setelah dua minggu, habit (kebiasaan) itu akan berlanjut terus sehingga ada perubahan karakter dan kepemimpinan yang kita berikan kepada adik-adik Sekolah Rakyat," katanya.
Program Jadi Tantangan bagi Kadet Unhan
Anton mengatakan salah satu tujuan program tersebut adalah membentuk kebiasaan yang dapat membawa perubahan terhadap karakter dan kepemimpinan siswa Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan program kerja sama tersebut merupakan perintah langsung dari Menteri Pertahanan.
Selain memberikan pembinaan kepada siswa, program tersebut menjadi kesempatan bagi kadet Unhan untuk memperluas wawasan sosial di wilayah penugasan.
Pengalaman tersebut dinilai penting karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam.
Program pembinaan diharapkan dapat membantu mempersiapkan siswa secara akademis, fisik, dan mental sebelum nantinya terjun ke masyarakat.
Keberagaman latar belakang siswa sekaligus menjadi tantangan bagi para kadet selama menjalankan tugas pembinaan.
"Ini juga tantangan, kadet untuk bisa membina adik-adik kami di Sekolah Rakyat," ucapnya.
Sebanyak 182 Sekolah Rakyat Telah Beroperasi
Hingga saat ini, sebanyak 182 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pelaksana teknis program.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 182 Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, serta SMA atau sederajat tersebut memiliki total kapasitas sekitar 44 ribu siswa.
Operasional seluruh Sekolah Rakyat tersebut turut didukung ribuan guru dan tenaga pendidik.
- Penulis :
- Shila Glorya




