
Pantau - Pemerintah Kota Bogor bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional menyerahkan 160 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada penarik becak tradisional, terutama mereka yang telah berusia di atas 55 tahun.
Penyerahan bantuan dilakukan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Gymnasium Vokasi IPB Bogor, Jawa Barat, pada Selasa.
Jenal menyampaikan pengadaan becak listrik tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan dapat meringankan beban fisik pengemudi becak lansia ketika bekerja.
“Bantuan becak listrik ini diharapkan bisa bermanfaat, yang mana target penerimanya tersebut rata-rata dan sesuai persyaratan adalah penarik becak yang usianya di atas 55 tahun atau lansia,” ungkap Jenal.
Becak listrik tersebut dihibahkan kepada pengemudi becak tradisional sebagai upaya membantu sekaligus memanusiakan mereka yang telah berusia lanjut tetapi masih bekerja menarik becak.
Pengemudi Becak Listrik Harus Miliki SIM dan Ikuti Pelatihan
Sebelum mengoperasikan becak listrik untuk melayani penumpang, para penerima manfaat terlebih dahulu dibuatkan Surat Izin Mengemudi atau SIM.
Para pengemudi juga harus mengikuti uji latihan karena terdapat perbedaan cara mengemudikan becak listrik dibandingkan dengan becak manual yang selama ini mereka gunakan.
Pemerintah Kota Bogor selanjutnya akan melakukan pemetaan terhadap jalur pelayanan dan rute yang diperbolehkan bagi becak listrik.
Dinas Perhubungan Kota Bogor juga akan menyusun proses pembuatan legalitas bagi para pengemudi sekaligus menentukan lokasi pengoperasian becak listrik agar tidak berbenturan dengan regulasi yang berlaku.
“Dishub Kota Bogor akan coba merangkai sebuah proses pembuatan legalitas pengemudi, termasuk penempatan lokasi-lokasi yang tidak berbenturan dengan regulasi yang ada. Jadi, rute-rute yang tidak boleh dilalui tetap menjadi regulasi yang tetap, tidak kita ubah dan berlaku,” ujar Jenal.
Dengan demikian, kehadiran becak listrik tidak mengubah ketentuan mengenai rute-rute yang selama ini dilarang untuk dilalui becak di Kota Bogor.
Tarif Becak Listrik Belum Ditetapkan
Pemerintah Kota Bogor menyatakan hingga saat ini belum terdapat tarif pasti yang diberlakukan untuk layanan transportasi becak listrik.
Besaran tarif perjalanan untuk sementara dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengemudi becak listrik dan penumpang.
Jenal menilai pemerintah tetap perlu hadir dalam pengaturan tarif, terutama untuk menentukan batas maksimal biaya yang dapat dikenakan kepada penumpang.
Pengaturan tarif maksimal dinilai diperlukan agar terdapat payung hukum yang jelas dalam penyelenggaraan layanan transportasi becak listrik.
Distribusi Becak Listrik Akan Diperluas ke Luar Jawa
Berdasarkan data Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, pengadaan becak listrik hingga saat ini telah mencapai sekitar 13 ribu unit untuk wilayah Pulau Jawa.
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memperoleh pendistribusian tersebut, termasuk Kota Bogor dengan sebanyak 160 unit becak listrik.
Program pendistribusian saat ini masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan penerima di Pulau Jawa.
Setelah pendistribusian di Pulau Jawa terpenuhi, program bantuan becak listrik akan dilanjutkan ke sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa.
- Penulis :
- Arian Mesa




