
Pantau - Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran mencapai ratusan triliun rupiah untuk merenovasi 8.001 puskesmas, membangun 1.988 puskesmas baru, serta membenahi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2027 hingga 2029.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur kesehatan nasional, meningkatkan kualitas pelayanan medis, serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang memadai.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus mengatakan pembangunan puskesmas baru akan diprioritaskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi untuk mengurangi beban fasilitas kesehatan yang selama ini melayani jumlah pasien dalam kapasitas besar.
Menurut Benyamin, kebijakan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut juga diarahkan untuk mengubah fokus belanja kesehatan nasional agar lebih mengutamakan pencegahan penyakit dibandingkan pengobatan di rumah sakit.
"Ke depan, fokus belanja kesehatan harus bergeser dari pengobatan di rumah sakit menuju pencegahan di fasilitas primer," ungkap Benyamin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin memperkuat peran puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyediakan pemeriksaan, pencegahan penyakit, serta penanganan awal masalah kesehatan masyarakat.
Renovasi 8.001 Puskesmas Dimulai 2027, Pemerintah Siapkan Peralatan Medis Modern
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mulai memprioritaskan perbaikan fasilitas kesehatan dengan tingkat kerusakan paling parah pada 2027 sebagai tahap awal program pembenahan infrastruktur kesehatan nasional.
Perbaikan tersebut mencakup renovasi bangunan puskesmas, peningkatan sarana dan prasarana, serta penyediaan peralatan medis untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Selain melakukan renovasi, pemerintah merencanakan pembangunan 1.988 puskesmas baru di wilayah yang membutuhkan tambahan fasilitas pelayanan kesehatan.
Penambahan puskesmas tersebut diharapkan dapat membagi beban pelayanan pada fasilitas yang selama ini menangani jumlah penduduk besar sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar.
Pemerintah juga merencanakan penyediaan perangkat X-ray mobile atau alat rontgen bergerak di seluruh puskesmas sebagai bagian dari modernisasi fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Pengadaan perangkat tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan puskesmas dalam menyediakan pemeriksaan penunjang medis sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
Sementara itu, pembenahan 441 RSUD menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan rujukan di berbagai daerah.
Bali Dapat Program Renovasi 119 Puskesmas, Empat Fasilitas Dibangun Ulang
Khusus di Provinsi Bali, pemerintah merencanakan renovasi terhadap 119 puskesmas untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain renovasi, sebanyak empat puskesmas yang mengalami kerusakan berat akan dibangun ulang agar dapat kembali memberikan pelayanan dengan fasilitas yang lebih layak.
Pemerintah juga merencanakan pemecahan wilayah pelayanan tujuh puskesmas di Bali yang masing-masing menangani lebih dari 60 ribu penduduk.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan pelayanan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Penambahan fasilitas kesehatan di wilayah padat penduduk diharapkan dapat meningkatkan pemerataan layanan medis dasar sekaligus mengurangi beban tenaga kesehatan pada puskesmas yang selama ini menangani jumlah pasien besar.
Wamenkes Ingatkan Kekurangan Tenaga Medis Bisa Hambat Modernisasi Puskesmas
Di tengah rencana pembangunan dan modernisasi fasilitas kesehatan, Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
Menurutnya, keberadaan peralatan medis modern tidak akan memberikan manfaat optimal apabila fasilitas kesehatan belum memiliki tenaga profesional yang mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya.
Benyamin menjelaskan bahwa pengadaan alat kesehatan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, sedangkan pendidikan dan penyiapan tenaga medis profesional membutuhkan proses lebih panjang.
Tenaga kesehatan yang menjadi perhatian dalam program tersebut antara lain radiografer yang memiliki kompetensi mengoperasikan perangkat pencitraan medis serta dokter spesialis.
"Membeli alat kesehatan bisa cepat, tetapi mencetak tenaga medis seperti radiografer dan dokter spesialis membutuhkan proses. Pengadaan alat dan penyiapan SDM harus berjalan seiring sejalan agar pelayanan prima terwujud," jelas Benyamin.
Karena itu, pemerintah menempatkan penguatan tenaga kesehatan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program renovasi, pembangunan, dan modernisasi fasilitas kesehatan nasional.
Puskesmas III Denpasar Barat Jadi Contoh Transformasi Layanan Kesehatan 24 Jam
Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus turut menyoroti keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas III Denpasar Barat sebagai salah satu contoh transformasi fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.
Puskesmas tersebut dibangun melalui pemanfaatan kawasan yang sebelumnya merupakan lokasi pasar loak dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Kawasan tersebut kemudian diubah menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih inklusif untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan bahwa UPTD Puskesmas III Denpasar Barat telah menyediakan pelayanan kesehatan selama 24 jam.
Salah satu fasilitas unggulannya adalah Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) yang mendukung penanganan kegawatdaruratan dasar pada ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir.
Keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kondisi darurat ibu dan anak sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang aman.
"Kami ingin memastikan setiap ibu dan anak mendapat pelayanan yang aman, nyaman, dan ramah tanpa diskriminasi," tegas Arya.
Selain menyediakan pelayanan medis, Puskesmas III Denpasar Barat juga menghadirkan layanan terpadu bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Melalui integrasi tersebut, pengurusan dan penerbitan akta kelahiran bayi dapat dilakukan secara langsung melalui pelayanan yang terhubung dengan fasilitas kesehatan.
Kerja sama tersebut bertujuan mempermudah keluarga yang baru memiliki anak dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan tanpa harus melalui proses pelayanan terpisah.
Puskesmas Denpasar Terintegrasi BPJS Kesehatan dan Layanan Darurat 24 Jam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati menjelaskan bahwa UPTD Puskesmas III Denpasar Barat telah terintegrasi sepenuhnya dengan layanan BPJS Kesehatan.
Integrasi tersebut memungkinkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional memperoleh akses pelayanan medis sesuai ketentuan yang berlaku di fasilitas kesehatan tersebut.
Selain layanan BPJS Kesehatan, puskesmas tersebut juga dilengkapi pelayanan gawat darurat Damakesmas atau Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat yang beroperasi selama 24 jam.
Keberadaan Damakesmas menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar memperkuat akses masyarakat terhadap penanganan medis darurat.
Pemerintah Kota Denpasar menempatkan pengembangan Puskesmas III Denpasar Barat sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ibu dan anak serta penanganan kegawatdaruratan.
Sementara itu, pemerintah pusat terus menyiapkan pelaksanaan program pembenahan fasilitas kesehatan nasional pada periode 2027 hingga 2029 melalui renovasi ribuan puskesmas, pembangunan fasilitas baru, serta peningkatan kualitas ratusan RSUD.
Program tersebut juga mencakup modernisasi peralatan medis dan penguatan tenaga kesehatan agar peningkatan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan kesiapan pelayanan.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan pemerataan akses kesehatan semakin luas, beban pelayanan pada fasilitas yang terlalu padat dapat dikurangi, serta masyarakat memperoleh pelayanan medis yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya




