HOME  ⁄  Nasional

RS Kapal Nusa Waluya II Layani 3.300 Kunjungan di Kei Besar, BPJS Kesehatan Dorong Akses JKN ke Wilayah Kepulauan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

RS Kapal Nusa Waluya II Layani 3.300 Kunjungan di Kei Besar, BPJS Kesehatan Dorong Akses JKN ke Wilayah Kepulauan
Foto: (Sumber :Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito meninjau pelayanan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Pelabuhan Kota Elat, Maluku Tenggara, Kamis (8/20/2026). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan.)

Pantau - Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II yang beroperasi di Pelabuhan Kota Elat, Maluku Tenggara, menjadi salah satu alternatif pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kepulauan dengan mencatat sekitar 3.300 kunjungan masyarakat sejak 8 September 2026.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan keberadaan rumah sakit kapal menjadi salah satu pendekatan untuk mendekatkan layanan medis kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses fasilitas kesehatan.

Menurutnya, kondisi geografis wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan pelayanan yang berbeda dibandingkan dengan daerah yang memiliki akses transportasi dan fasilitas kesehatan lebih memadai.

"Setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang berbeda. Di wilayah kepulauan misalnya, ketika layanan kesehatan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat, pilihan akses menjadi lebih terbuka. Yang penting, pelayanan tersebut tetap sesuai dengan kebutuhan medis dan memberikan pengalaman yang baik bagi peserta," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Kehadiran RS Kapal Nusa Waluya II di Pulau Kei Besar merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan melalui fasilitas bergerak yang dapat berpindah antardaerah.

BPJS Kesehatan Siapkan Skema JKN untuk Daerah Sulit Dijangkau

Prihati menjelaskan bahwa Program JKN telah mengakomodasi kondisi wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan sesuai persyaratan melalui skema Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan yang Memenuhi Syarat (DBTFMS).

Penetapan wilayah DBTFMS mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari ketersediaan fasilitas kesehatan hingga kondisi geografis dan infrastruktur.

Selain itu, ketersediaan tenaga kesehatan serta kemudahan masyarakat menjangkau fasilitas pelayanan juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Dalam kondisi tersebut, BPJS Kesehatan dapat memberikan kompensasi melalui sejumlah pendekatan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan peserta.

Salah satu pendekatannya adalah menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam penyediaan fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan juga dapat mendukung pengembangan layanan kesehatan bergerak sebagai alternatif bagi masyarakat yang sulit menjangkau rumah sakit atau fasilitas medis lainnya.

Melalui pendekatan tersebut, rumah sakit kapal dapat menjadi bagian dari upaya penyediaan pelayanan kesehatan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

RS Kapal Nusa Waluya II Sediakan Poliklinik hingga Rawat Inap

RS Kapal Nusa Waluya II menyediakan berbagai jenis pelayanan kesehatan selama menjalankan misi di suatu daerah.

Layanan yang dapat diberikan meliputi poliklinik, rawat inap, unit gawat darurat, hingga tindakan medis tertentu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelayanan.

Prihati menekankan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan harus disertai mutu pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medis peserta.

"Bagi peserta, yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan medisnya dapat dilayani. Jadi bukan hanya persoalan ada atau tidak ada fasilitas, tetapi juga bagaimana peserta mendapatkan pelayanan yang sesuai, berkualitas, dan memiliki kesinambungan ketika membutuhkan penanganan berikutnya," ujar Pujo.

Menurutnya, kesinambungan pelayanan menjadi aspek penting agar pasien tetap memperoleh penanganan ketika membutuhkan pemeriksaan atau tindakan lanjutan.

Rumah sakit kapal memiliki pola operasional dengan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain sesuai dengan misi pelayanan yang telah ditetapkan.

Kapal tersebut dapat bersandar selama periode tertentu untuk melayani masyarakat sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah berikutnya.

"JKN harus dapat dirasakan manfaatnya oleh peserta di mana pun mereka berada. Karena itu, ketika ada wilayah dengan karakteristik tertentu yang membuat akses pelayanan menjadi tantangan, kita perlu melihat pendekatan yang paling sesuai agar peserta tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," ucap dia.

DoctorSHARE Operasikan Empat Rumah Sakit Kapal

Direktur Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II Tasia Risma Lidya Simaremare menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan tersebut berada di bawah naungan Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE.

Menurutnya, konsep rumah sakit kapal dikembangkan untuk mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat yang mengalami kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

"Konsepnya sederhana, ketika masyarakat memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan, maka kami yang datang mendekati masyarakat. Ini menjadi salah satu alternatif untuk membuka akses pelayanan bagi masyarakat yang memiliki kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan," kataa dia.

Tasia menyebut Nusa Waluya II merupakan salah satu dari empat rumah sakit kapal yang dioperasikan doctorSHARE.

Keempat fasilitas tersebut mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses, termasuk daerah yang masuk kategori DBTFMS.

Khusus di Pulau Kei Besar, RS Kapal Nusa Waluya II telah melayani sekitar 3.300 kunjungan masyarakat sejak 8 September 2026 hingga awal Oktober 2026.

Tasia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung operasional pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih setara dari sisi keterjangkauan maupun kualitas.

DJSN Dorong Dukungan Pembiayaan Rumah Sakit Kapal

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Ia menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah dengan tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas kesehatan.

Muttaqien menyampaikan bahwa doctorSHARE selama ini telah berupaya menjangkau berbagai wilayah Indonesia melalui pelayanan kesehatan bergerak.

"Negara harus hadir. DoctorSHARE berupaya memberikan pelayanan hingga ke ujung negeri. Karena itu, perlu ada dukungan dan sinergi dari berbagai pihak agar pelayanan yang sudah hadir ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata dia.

Menurutnya, keberlanjutan operasional rumah sakit kapal membutuhkan dukungan dan koordinasi antara pemerintah, penyelenggara jaminan kesehatan, serta pihak terkait lainnya.

Ia juga menyoroti perlunya pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan di wilayah DBTFMS.

Mekanisme pembiayaan yang sesuai diharapkan dapat membantu rumah sakit kapal terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BPJS Kesehatan Evaluasi Kebutuhan Layanan di Wilayah Kepulauan

Kunjungan jajaran BPJS Kesehatan ke RS Kapal Nusa Waluya II di Pelabuhan Kota Elat juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Melalui peninjauan tersebut, berbagai pihak dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masyarakat serta kendala yang dihadapi peserta JKN.

Tasia mengatakan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan kualitas pelayanan rumah sakit kapal.

"Ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan kesehatan sekaligus mendengar kebutuhan dan keluhan peserta, khususnya di wilayah DBTFMS. Dari situ, kami dapat melihat layanan apa yang masih dibutuhkan dan bagaimana pelayanan dapat terus diperbaiki," demikian Tasia Risma Lidya Simaremare.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan membutuhkan evaluasi berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Keberadaan RS Kapal Nusa Waluya II di Pulau Kei Besar diharapkan dapat terus membantu masyarakat memperoleh pelayanan medis tanpa harus menghadapi hambatan perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang jauh.

BPJS Kesehatan bersama pihak terkait juga mendorong pengembangan pendekatan pelayanan yang sesuai dengan kondisi geografis agar manfaat Program JKN dapat dirasakan peserta di wilayah kepulauan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026