HOME  ⁄  Sepakbola

Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar karena Sertifikat Vaksin COVID-19 Palsu, Kapten Sunderland dan Swiss Terima Putusan Pengadi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar karena Sertifikat Vaksin COVID-19 Palsu, Kapten Sunderland dan Swiss Terima Putusan Pengadi
Foto: (Sumber :Arsip foto - Kapten tim nasional Swiss Granit Xhaka memberikan keterangan kepada media dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada. ANTARA/Arif Prada.)

Pantau - Kapten Sunderland dan tim nasional Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi hukuman denda sekitar 136 ribu pound sterling atau setara Rp3,2 miliar setelah pengadilan menyatakan dirinya bersalah dalam kasus kepemilikan sertifikat vaksin COVID-19 palsu.

Gelandang berusia 34 tahun tersebut menerima keputusan pengadilan dan menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya melalui unggahan di akun Instagram pada Jumat (9/10/2026).

“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis Xhaka melalui Instagram pada Jumat.

Hukuman denda tersebut ditangguhkan selama dua tahun dengan ketentuan Xhaka tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya dalam periode tersebut.

Xhaka juga menyatakan bahwa dirinya telah membayar biaya perkara yang berkaitan dengan proses hukum tersebut.

Xhaka Akui Kesalahan dan Terima Hukuman Pengadilan

Kasus yang menjerat Granit Xhaka berkaitan dengan sertifikat vaksin COVID-19 palsu yang diduga diperolehnya pada 2022.

Pada periode tersebut, Swiss masih menerapkan kebijakan penggunaan sertifikat COVID-19 untuk mengakses sejumlah aktivitas, tempat, dan perjalanan internasional.

Xhaka yang saat itu masih bermain untuk Arsenal dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memperoleh sertifikat palsu.

Setelah putusan dijatuhkan, pemain tim nasional Swiss tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk menerima konsekuensi atas tindakannya.

“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” ujar Xhaka.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Xhaka sebelumnya memberikan penjelasan mengenai kasus yang menyeret namanya.

Pada 21 September 2026, Xhaka mengakui bahwa dirinya percaya terhadap vaksin, tetapi keputusan yang diambil pada masa itu dipengaruhi oleh kekhawatiran dan ketidakpastian.

Ia kini menyatakan menerima putusan pengadilan serta menghargai dukungan yang diterimanya selama proses penanganan perkara.

Sertifikat COVID-19 Pernah Jadi Syarat Aktivitas di Swiss

Kasus sertifikat palsu yang melibatkan Xhaka terjadi ketika pemerintah Swiss masih memberlakukan sejumlah ketentuan terkait pandemi COVID-19.

Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan bahwa negara tersebut tidak pernah menerapkan kewajiban hukum secara umum bagi seluruh warga untuk memiliki sertifikat vaksin COVID-19.

Namun, sertifikat tersebut diperlukan untuk mengakses kegiatan tertentu, memasuki sejumlah tempat, serta memenuhi persyaratan perjalanan.

Kebijakan tersebut berlaku hingga musim semi 2022 sebelum sejumlah pembatasan terkait pandemi dicabut.

Setelah periode tersebut, penerbitan sertifikat COVID-19 tetap dilakukan, terutama untuk keperluan perjalanan ke luar negeri.

Dalam konteks aturan itulah perkara kepemilikan sertifikat palsu yang melibatkan Xhaka kemudian diproses secara hukum.

Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman denda yang pelaksanaannya ditangguhkan selama dua tahun dengan syarat pemain tersebut tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.

Granit Xhaka Sempat Mundur dari Pemusatan Latihan Timnas Swiss

Kasus hukum tersebut juga berpengaruh terhadap keterlibatan Xhaka dalam agenda tim nasional Swiss.

Setelah memberikan pernyataan awal mengenai perkara sertifikat vaksin palsu, Xhaka memilih mundur dari pemusatan latihan tim nasional pada jeda internasional terbaru.

Pemusatan latihan tersebut dipersiapkan untuk menghadapi pertandingan UEFA Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia.

Meski menghadapi persoalan hukum di luar lapangan, Xhaka masih tercatat sebagai salah satu pemain berpengalaman dalam skuad tim nasional Swiss.

Ia merupakan pemegang rekor penampilan terbanyak untuk tim nasional Swiss dengan 152 pertandingan.

Xhaka juga menjadi kapten Swiss ketika berlaga pada Piala Dunia 2026.

Dalam turnamen tersebut, Swiss melaju hingga babak perempat final sebelum tersingkir setelah dikalahkan Argentina.

Argentina kemudian menyelesaikan Piala Dunia 2026 sebagai tim peringkat kedua.

Pelatih Sunderland Enggan Komentari Kasus Hukum Xhaka

Di level klub, Xhaka diperkirakan kembali memperkuat Sunderland ketika menghadapi Brighton pada Sabtu (10/10/2026).

Pelatih Sunderland Regis Le Bris memilih tidak memberikan komentar mengenai persoalan hukum yang dialami pemainnya.

Le Bris menegaskan bahwa perhatiannya lebih tertuju pada kondisi fisik dan kesiapan Xhaka untuk menjalani pertandingan.

Menurutnya, Xhaka menunjukkan perkembangan positif selama menjalani latihan pada periode jeda internasional.

“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” kata Le Bris.

Penilaian tersebut disampaikan menjelang pertandingan Sunderland melawan Brighton yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan.

Le Bris tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan dampak perkara hukum tersebut terhadap posisi Xhaka di dalam tim.

Sementara itu, Xhaka telah menyatakan menerima hukuman pengadilan dan menegaskan kesediaannya bertanggung jawab atas kepemilikan sertifikat vaksin COVID-19 palsu.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026