HOME  ⁄  Nasional

Wamenhan Larang Kekerasan dan Perundungan dalam Pembinaan Sekolah Rakyat, 1.262 Kadet Unhan Dikerahkan ke 181 Lokasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenhan Larang Kekerasan dan Perundungan dalam Pembinaan Sekolah Rakyat, 1.262 Kadet Unhan Dikerahkan ke 181 Lokasi
Foto: (Sumber :Dari kiri ke kanan: Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho memberangkatkan kadet Unhan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Pantau - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto meminta seluruh kadet Universitas Pertahanan (Unhan) menghindari kekerasan dan perundungan saat mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 181 lokasi di seluruh Indonesia.

Arahan tersebut disampaikan Donny saat melepas keberangkatan 1.262 kadet Unhan bersama 206 pengasuh di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).

Para kadet ditugaskan mendampingi siswa Sekolah Rakyat selama sekitar dua pekan dengan fokus pada pendidikan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan peningkatan kepercayaan diri.

Donny menekankan bahwa pendekatan pembinaan harus mempertimbangkan latar belakang sosial dan kondisi kehidupan para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Wamenhan Tegaskan Pembinaan Harus Bebas Kekerasan

Donny mengingatkan para kadet bahwa sebagian siswa Sekolah Rakyat sebelumnya menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga.

Menurutnya, sejumlah siswa bahkan pernah terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri maupun membantu orang tua.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak sempat mengalami putus sekolah sebelum mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

"Ajarkanlah apa yang sudah kalian dapatkan di Unhan kepada mereka, agar mereka paling tidak memiliki karakter dan akhlak yang mulia. Hindari penggunaan kekerasan, perundungan dan lain sebagainya. Kalian harus betul-betul bisa sabar, bagaimana menghadapi mereka yang mungkin memiliki pola pikir tidak sama dengan kalian," ujar Donny.

Ia meminta para kadet mengedepankan kesabaran dan pemahaman terhadap perbedaan karakter siswa selama menjalankan tugas pendampingan.

"Kalian harus betul-betul bisa sabar selama dua minggu paling tidak, untuk bisa membina dan menularkan apa yang kalian miliki agar mereka menjadi lebih baik," kata Donny.

Sebanyak 1.262 Kadet Unhan Dampingi Siswa Selama Dua Pekan

Program pendampingan melibatkan 1.262 kadet Unhan dan 206 pengasuh yang diberangkatkan ke berbagai wilayah Indonesia.

Mereka akan bertugas di 181 lokasi Sekolah Rakyat dengan memberikan pembinaan karakter, penguatan kepribadian, serta pengetahuan mengenai wawasan Nusantara dan bela negara.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan dan semangat nasionalisme di kalangan siswa.

Donny menyatakan Kementerian Pertahanan mendukung program Sekolah Rakyat sebagai salah satu kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan.

Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan kesempatan memperoleh pendidikan.

"Ini program yang sangat bagus, diasramakan untuk kita bisa melatih karakter dan disiplin. Beberapa waktu yang lalu kita juga sudah kirimkan taruna dari akademi untuk juga memberikan pelatihan dan pembinaan kepada adik-adik kita di Sekolah Rakyat," tutur Donny.

Rektor Unhan Tekankan Kedisiplinan dan Kepercayaan Diri Siswa

Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho menjelaskan bahwa pembinaan akan difokuskan pada pendidikan karakter, etika, kedisiplinan, dan peningkatan motivasi siswa.

Menurut Anton, pendampingan dilakukan setiap hari selama dua pekan agar para siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang berkelanjutan.

"Kami dampingi terus tiap hari selama dua minggu. Meskipun waktu itu tidak terlalu lama, dua minggu, tapi harapan kami ada perubahan yang bisa terjadi di Sekolah Rakyat itu, khususnya terutama masalah karakter, kedisiplinan, etika, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan diri pada adik-adik kita Sekolah Rakyat ini," paparnya.

Anton juga meminta para kadet menanamkan nilai kesetaraan kepada siswa Sekolah Rakyat.

Ia menekankan pentingnya membangun keberanian dan rasa percaya diri agar para siswa tidak merasa berbeda dari anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik.

"Mereka-mereka itu kan dari orang-orang istimewa dari keluarga yang tidak mampu. Kita harus bisa memotivasi mereka, meningkatkan keberanian mereka supaya mereka percaya diri dan mereka merasa tidak dibedakan dengan orang umum," tuturnya.

Sekolah Rakyat Telah Menampung Lebih dari 44 Ribu Siswa

Program Sekolah Rakyat mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran pada 2025 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Hingga Oktober 2026, jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 44 ribu anak yang tersebar di 181 lokasi di seluruh Indonesia.

Program pendidikan tersebut mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Melalui sistem pendidikan berasrama, pemerintah berupaya memberikan akses pembelajaran sekaligus pembinaan karakter dan kedisiplinan bagi siswa.

Keterlibatan kadet Unhan diharapkan dapat mendukung penguatan karakter, kepribadian, wawasan kebangsaan, dan kepercayaan diri siswa tanpa menggunakan kekerasan maupun perundungan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026