HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj Gandeng BKN Seleksi Petugas Haji 2027, 75 Ribu Pendaftar Bersaing dan Peserta Lolos Jalani Pembekalan Sebulan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenhaj Gandeng BKN Seleksi Petugas Haji 2027, 75 Ribu Pendaftar Bersaing dan Peserta Lolos Jalani Pembekalan Sebulan
Foto: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat 9/10/2026 (sumber: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperketat seleksi petugas haji 2027 melalui sistem penilaian yang lebih terukur dan teratur, sekaligus menyiapkan pembekalan intensif selama satu bulan bagi peserta yang dinyatakan lolos.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan bertugas melayani jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji 2027.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat.

“Petugas haji, insya Allah tahun ini kita seleksinya bekerja sama dengan BKN, Badan Kepegawaian Negara, dan insya Allah semuanya sangat terukur dan teratur,” kata Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.

Menurut Irfan, keterlibatan BKN merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki mekanisme perekrutan petugas haji agar proses seleksi berlangsung lebih sistematis dan memiliki standar penilaian yang jelas.

Melalui kerja sama tersebut, Kemenhaj berharap proses penyaringan calon petugas dapat mengurangi potensi kerancuan sekaligus menghasilkan tenaga pelayanan yang kompeten dan siap menjalankan tugas.

Sebanyak 75 Ribu Orang Daftar Seleksi Petugas Haji 2027

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak sebelumnya mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi petugas haji mencapai 75 ribu orang.

Puluhan ribu pendaftar tersebut harus mengikuti tahapan seleksi yang telah disiapkan pemerintah sebelum ditetapkan sebagai petugas haji.

Jumlah pendaftar yang besar menjadi perhatian pemerintah karena kuota petugas haji yang tersedia jauh lebih terbatas dibandingkan jumlah calon peserta seleksi.

Karena itu, Kemenhaj menyiapkan mekanisme penyaringan untuk menentukan peserta yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi sesuai kebutuhan pelayanan jamaah.

Salah satu tahapan yang diterapkan adalah Computer Assisted Test (CAT), yakni metode pengujian berbasis komputer untuk mengukur kemampuan peserta secara lebih terstruktur.

Penggunaan sistem CAT diharapkan dapat membantu pelaksanaan seleksi dengan mekanisme penilaian yang lebih jelas dan terukur.

Dahnil menjelaskan bahwa peserta akan mengikuti tes berbasis komputer sebelum hasil seleksi diumumkan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

“Ini ada tes CAT hari ini, nanti kemudian setelah itu akan diumumkan hasilnya,” ujar Wamenhaj Dahnil.

Keterlibatan BKN dalam proses tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem penilaian sekaligus membantu memastikan tahapan perekrutan berjalan secara teratur.

Pemerintah juga menempatkan kualitas hasil seleksi sebagai faktor penting dalam menentukan kesiapan petugas yang nantinya akan memberikan pelayanan langsung kepada jamaah haji.

Petugas Haji yang Lolos Seleksi Akan Diasramakan Selama Satu Bulan

Selain memperbaiki sistem perekrutan, Kemenhaj menyiapkan program pengasramaan selama satu bulan bagi seluruh petugas yang dinyatakan lolos seleksi.

Program tersebut menjadi bagian dari pembekalan intensif sebelum petugas menjalankan tanggung jawab pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji 2027.

Menhaj Irfan Yusuf menjelaskan bahwa pengasramaan akan dilaksanakan di asrama haji untuk memberikan waktu persiapan khusus kepada petugas terpilih.

“Kami siapkan seperti tahun lalu, satu bulan kami asramakan di asrama haji untuk persiapannya,” ujar Menhaj Irfan Yusuf.

Menurutnya, pola pembekalan melalui pengasramaan selama satu bulan bukan merupakan metode baru karena telah diterapkan pada penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya.

Pelaksanaan program tersebut pada tahun sebelumnya disebut mendapatkan apresiasi dari jamaah terhadap kinerja petugas haji.

Pengalaman itu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk kembali menerapkan metode pembekalan serupa dalam mempersiapkan petugas haji 2027.

Melalui program pengasramaan, petugas terpilih diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum menghadapi berbagai kebutuhan pelayanan jamaah di lapangan.

Kemenhaj menilai bahwa keberhasilan pelayanan haji tidak hanya ditentukan oleh proses seleksi, tetapi juga kesiapan petugas dalam menjalankan tanggung jawab setelah dinyatakan memenuhi kualifikasi.

Kemenhaj Perkuat Kompetensi Petugas untuk Tingkatkan Pelayanan Jamaah

Peningkatan kualitas petugas haji menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027.

Kemenhaj menempatkan pembenahan sistem seleksi dan penguatan pembekalan sebagai dua langkah utama untuk memastikan petugas memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan jamaah.

Melalui kerja sama dengan BKN, pemerintah berupaya membangun mekanisme perekrutan yang lebih sistematis sehingga calon petugas dapat dinilai berdasarkan tahapan dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, program pengasramaan selama satu bulan disiapkan untuk memperkuat kesiapan petugas sebelum menjalankan tugas secara langsung.

Kombinasi kedua langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan petugas yang tidak hanya memenuhi standar seleksi, tetapi juga memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi kebutuhan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan jumlah pendaftar mencapai 75 ribu orang, pemerintah menilai proses penyaringan yang terukur menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia yang akan bertugas.

Kemenhaj juga berharap keterlibatan BKN dapat membantu mengurangi berbagai persoalan yang berpotensi muncul selama tahapan perekrutan.

Setelah seluruh proses seleksi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pembekalan melalui program pengasramaan sebelum mendapatkan penugasan.

Pemerintah menargetkan sistem seleksi yang lebih teratur, penggunaan tes CAT, dan pembekalan intensif selama satu bulan dapat meningkatkan profesionalitas serta kesiapan petugas haji 2027.

Melalui langkah tersebut, Kemenhaj berharap penyelenggaraan ibadah haji 2027 didukung petugas yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan lebih baik kepada seluruh jamaah.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026