HOME  ⁄  Nasional

PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Al-Azhar dan Mesir, 30 Beasiswa Penuh Disiapkan Setiap Tahun untuk Kader NU

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Al-Azhar dan Mesir, 30 Beasiswa Penuh Disiapkan Setiap Tahun untuk Kader NU
Foto: Ketua Umum PBNU Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz berkunjung ke kediaman Duta Besar Mesir untuk Indonesia HE. Yasser Elshemy di Cikini, Jakarta (sumber: PBNU)

Pantau - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen memperkuat kerja sama strategis dengan Universitas Al-Azhar Kairo dan sejumlah lembaga keagamaan di Mesir dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta dakwah Islam.

Penguatan kerja sama tersebut menjadi perhatian PBNU mengingat ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz menegaskan bahwa hubungan kelembagaan antara NU, Al-Azhar, dan pemerintah Mesir akan terus dikembangkan melalui berbagai program strategis.

"PBNU ke depan akan memperkuat kerja sama dengan Al-Azhar dan Mesir," kata KH. Abdul Hakim Mahfudz di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut Abdul Hakim, hubungan NU dengan Al-Azhar memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan Islam karena banyak lulusan universitas tersebut yang kini berkiprah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Para alumni Al-Azhar diketahui banyak menjadi pengasuh dan pemimpin pondok pesantren NU serta berkontribusi dalam pendidikan, pengajaran agama, dan dakwah Islam di tengah masyarakat.

PBNU memandang keberadaan alumni tersebut sebagai potensi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat peran organisasi dalam pelayanan keagamaan.

PBNU Siapkan Kerja Sama Strategis dengan Al-Azhar, Kementerian Wakaf, dan Dar Ifta Mesir

Abdul Hakim menjelaskan bahwa PBNU akan merumuskan berbagai bentuk kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan keagamaan terkemuka di Mesir.

Lembaga yang menjadi perhatian utama meliputi Universitas Al-Azhar, Kementerian Wakaf Mesir, serta Dar Ifta Mesir.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan organisasi dan pelayanan keagamaan Nahdlatul Ulama.

"Ke depan perlu dirumuskan kerja sama-kerja sama strategis dengan Al-Azhar, Kementerian Wakaf Mesir, dan Dar Ifta, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul untuk NU," kata dia.

Universitas Al-Azhar Kairo selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang memiliki hubungan erat dengan kalangan pesantren dan mahasiswa Indonesia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, lebih dari 20.000 mahasiswa Indonesia saat ini sedang menempuh pendidikan di universitas tersebut.

Besarnya jumlah mahasiswa Indonesia di Al-Azhar menunjukkan kuatnya hubungan pendidikan Islam antara Indonesia dan Mesir, termasuk dalam pengembangan kader keagamaan di lingkungan NU.

Melalui kerja sama yang lebih terarah, PBNU berupaya memperluas kesempatan pendidikan dan meningkatkan kapasitas kader yang nantinya dapat berkiprah di pesantren maupun lembaga keagamaan lainnya.

Dubes Mesir Sambut Positif Penguatan Hubungan dengan PBNU

Sementara itu, Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Elshemy, menyampaikan ucapan selamat kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz atas amanah barunya sebagai Ketua Umum PBNU.

Yasser menyambut positif rencana PBNU untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan Universitas Al-Azhar dan pemerintah Mesir.

Menurutnya, PBNU merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang memiliki kesamaan pandangan dan orientasi dengan Universitas Al-Azhar.

Kesamaan tersebut mencakup perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam, kegiatan kemanusiaan, serta penyebaran dakwah di tengah masyarakat.

Selain itu, PBNU dan Al-Azhar memiliki kesamaan dalam mengembangkan nilai-nilai wasatiyyat Islam atau moderasi Islam serta tasamuh atau toleransi.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendekatan pendidikan dan dakwah yang dikembangkan kedua lembaga.

Yasser menegaskan bahwa pemerintah Mesir menyambut baik upaya penguatan kerja sama dengan PBNU dalam berbagai bidang, terutama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Ia juga menyoroti hubungan bilateral Indonesia dan Mesir yang telah terjalin sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno dan terus berlanjut hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Mesir dan Indonesia memilik hubungan yang sangat kuat sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto saat ini," ungkap Dubes Yasser Elshemy.

Hubungan historis kedua negara tersebut dinilai menjadi landasan penting untuk memperluas kerja sama kelembagaan, khususnya antara PBNU dan berbagai institusi pendidikan serta keagamaan di Mesir.

Mesir Berikan 30 Beasiswa Penuh Setiap Tahun untuk Kader PBNU

Salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah Mesir terhadap pengembangan sumber daya manusia Nahdlatul Ulama diwujudkan melalui penyediaan program beasiswa pendidikan.

Yasser mengungkapkan bahwa pemerintah Mesir telah memberikan alokasi sebanyak 30 beasiswa penuh setiap tahun kepada PBNU.

"Saat ini Mesir telah memberikan beasiswa kepada PBNU, sejumlah 30 beasiswa penuh untuk setiap tahunnya kepada PBNU," tambahnya.

Program beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama pendidikan yang telah berjalan antara pemerintah Mesir dan PBNU.

Dukungan tersebut membuka kesempatan bagi kader Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kapasitas keilmuan melalui pendidikan di Mesir.

Selain program beasiswa, PBNU juga berencana memperkuat hubungan dengan lembaga-lembaga keagamaan Mesir untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan kualitas kader organisasi.

Kerja sama dengan Universitas Al-Azhar, Kementerian Wakaf Mesir, dan Dar Ifta diharapkan dapat memperluas hubungan kelembagaan yang selama ini telah terjalin.

Penguatan hubungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PBNU dan pihak Mesir untuk melanjutkan kerja sama dalam bidang pendidikan Islam, dakwah, kemanusiaan, serta pengembangan nilai-nilai moderasi dan toleransi beragama.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026